REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kepolisian Resor (Polres) Kota Banjarbaru menggelar Apel Pasukan Operasi Lilin Intan 2025 sebagai bentuk kesiapsiagaan pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Jum’at (19/12/25) sore.
Operasi intan dilaksanakan untuk memastikan rangkaian ibadah umat Nasrani serta aktivitas liburan masyarakat berjalan aman, tertib, dan lancar.
Kapolres Kota Banjarbaru, AKPB Pius X Febry Aceng Loda mengatakan, operasi lilin merupakan agenda rutin pengamanan yang melibatkan personel kepolisian serta lintas sektor.
“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan kegiatan apel kesiapan Operasi Lilin tahun 2025. Ini sebagai wujud kesiapsiagaan kita dalam menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebanyak 71 personel Polres Banjarbaru dikerahkan dalam operasi tersebut, pun didukung lintas sektor oleh instansi terkait lainnya.
“Untuk personel Polres Banjarbaru ada 71 orang, ditambah dukungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Dinas Kesehatan,” sebutnya.
Selain itu, Polres Banjarbaru juga menyiapkan tiga posko, yakni Pos Simpang Empat, Pos Bundaran Kamaratih, dan Pos Bandara Internasional Syamsudin Noor untuk mengantisipasi pergerakan penumpang keluar-masuk Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Kami siapkan tiga posko. Salah satunya di bandara untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, selain di titik-titik strategis lainnya,” katanya.
Menurutnya, sejumlah titik diprediksi menjadi pusat keramaian selama Nataru, contohnya tempat ibadah, pusat perbelanjaan, hingga lokasi wisata.
“Titik keramaian sesuai prediksi berada di gereja-gereja, tempat rekreasi, dan pusat-pusat perbelanjaan. Saat ini juga sudah mulai ada kegiatan peribadatan dan Natal bersama,” ungkapnya.
Selain pengamanan keramaian, Polres Banjarbaru juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat seperti kecelakaan lalu lintas, pelanggaran, serta kejahatan konvensional.
“Yang rawan itu di antaranya kecelakaan lalu lintas, pelanggaran, dan kejahatan-kejahatan konvensional. Mudah-mudahan dengan kegiatan pre-emptive dan preventive, kejadian-kejadian tersebut bisa kita tekan,” pungkasnya.



