REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru melaksanakan peningkatan kapasitas bagi puluhan pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) dari 20 Kelurahan.
Kegiatan tersebut akan digelar selama tiga hari dan dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, Senin (15/12/25).
Pelatihan difokuskan pada penguatan sumber daya manusia dan kapasitas pengurus koperasi sebagai bentuk dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) terhadap pembentukan KKMP di seluruh Kelurahan.
Program itu katanya merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional yang dilaksanakan serentak di Indonesia.
“Alhamdulillah hari ini Kota Banjarbaru melaksanakan pelatihan untuk peningkatan kapasitas SDM KKMP di Banjarbaru,” ujar Lisa.
“InsyaAllah tetap menjadi atensi dari Pemko Banjarbaru untuk mendukung, karena ini adalah program Presiden Prabowo untuk bisa kita berkontribusi menjalankan KKMP ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumnaker) Kota Banjarbaru, Sartono menyebutkan, Banjarbaru saat ini menjadi daerah percontohan percepatan pembentukan KKMP.
Demikian, untuk mendukung percepatan tersebut, Pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) hingga tingkat Kecamatan.
“Ada Satgas tingkat Provinsi, Satgas Kabupaten Kota, dan Satgas Kecamatan dalam rangka percepatan pembentukan dan pengembangan KKMP yang ada di Kota Banjarbaru,” sebutnya.
Dari 20 Kelurahan, kini telah terbentuk tiga KKMP, yakni di Kelurahan Landasan Ulin Timur, Palam, dan Loktabat Utara. Ketiganya tengah memasuki tahap pembangunan gerai koperasi.
“Saat ini pengerjaan konstruksi, yang satu sudah 60 persen yakni Kelurahan Landasan Ulin Timur, yang lain sekitar 20 persen,” jelasnya.
Namun, proses pembangunan gerai koperasi masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan dan standar lahan yang membuat pembangunan menjadi terhambat.
“Luasan lahan yang terbatas, tidak memiliki standar, dan pembangunan gerai ini dipersyaratkan 1000 meter persegi, dan gerainya 20 x 30,” sebutnya.
Selain persoalan lahan, Sartono juga mengatakan, belum adanya petunjuk teknis terkait pencairan dana himbara sebesar Rp3 miliar untuk setiap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Saat ini belum ada kabar lebih lanjut mengenai modal, ini masih pada tahap kualisasi data dan pembangunan gerai KKMP karena tahun 2026 harapnya kita terbentuk semua,” tutupnya.



