REDAKSI8.COM, BANJAR – Kodim 1006/Banjar menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas demokrasi daerah dengan menghadiri Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan IV Tahun 2025 di Aula Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banjar, Senin (08/12/2025). Kehadiran Kodim diwakili oleh Kapten Czi Wagirin.
Rapat tersebut dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Banjar, Abdul Muthalib, S.Pd.I, dan turut dihadiri perwakilan KPU Provinsi Kalsel, Bawaslu, Polres Banjar, Badan Kesbangpol, serta pemangku kepentingan lainnya yang berperan dalam pengelolaan data kepemiluan di daerah.
Melalui pleno ini, KPU mengonfirmasi bahwa jumlah pemilih di Kabupaten Banjar pada Triwulan IV tahun 2025 mencapai 440.122 pemilih dengan komposisi 220.696 laki-laki dan 219.426 perempuan. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 5.000 pemilih dibandingkan triwulan sebelumnya, yang menggambarkan adanya dinamika demografi, baik dari penduduk baru berusia 17 tahun maupun perpindahan penduduk yang telah terverifikasi.
Kodim 1006/Banjar sebagai salah satu unsur Forkopimda memiliki peran penting dalam mendukung kelengkapan informasi data pemilih, khususnya terkait anggota TNI yang memasuki masa pensiun atau telah purna tugas.
Kapten Czi Wagirin menyampaikan bahwa Kodim selalu siap bersinergi dalam kegiatan pemutakhiran data untuk mencegah tumpang tindih data personel aktif yang tidak memiliki hak pilih dan personel yang telah kembali menjadi warga sipil sehingga kembali memiliki hak pilih.
“Kami terus melakukan pendataan internal, agar tidak ada kendala terkait status hak pilih anggota yang sudah purna tugas. Ini bagian dari upaya menjaga akurasi data secara menyeluruh,” tegasnya.
Rapat pleno ini menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi lintas lembaga dalam memperkuat representasi pemilih pada pemilu maupun pemilihan kepala daerah di masa mendatang.
Selain memperbarui daftar pemilih, forum ini juga membahas tantangan lapangan seperti:
• warga yang berpindah domisili tanpa pelaporan
• pemilih yang belum memiliki dokumen administrasi kependudukan
• validasi data bagi disabilitas dan kelompok rentan
Keterlibatan aktif aparat pertahanan dan keamanan menunjukkan bahwa akurasi data pemilih merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintahan.
Dengan pleno PDPB yang terselenggara secara terbuka, KPU memastikan masyarakat dapat mengakses informasi dan turut mengawasi perkembangan data pemilih, menjadi upaya konkrit dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses pemilu.
Kodim 1006/Banjar menegaskan akan terus mendukung tahapan-tahapan kepemiluan berikutnya agar pelaksanaan demokrasi di Kabupaten Banjar berjalan damai, tertib, dan berlandaskan regulasi.
Rapat tersebut dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Banjar, Abdul Muthalib, S.Pd.I, dan turut dihadiri perwakilan KPU Provinsi Kalsel, Bawaslu, Polres Banjar, Badan Kesbangpol, serta pemangku kepentingan lainnya yang berperan dalam pengelolaan data kepemiluan di daerah.
Melalui pleno ini, KPU mengonfirmasi bahwa jumlah pemilih di Kabupaten Banjar pada Triwulan IV tahun 2025 mencapai 440.122 pemilih dengan komposisi 220.696 laki-laki dan 219.426 perempuan. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 5.000 pemilih dibandingkan triwulan sebelumnya, yang menggambarkan adanya dinamika demografi, baik dari penduduk baru berusia 17 tahun maupun perpindahan penduduk yang telah terverifikasi.
Kodim 1006/Banjar sebagai salah satu unsur Forkopimda memiliki peran penting dalam mendukung kelengkapan informasi data pemilih, khususnya terkait anggota TNI yang memasuki masa pensiun atau telah purna tugas.
Kapten Czi Wagirin menyampaikan bahwa Kodim selalu siap bersinergi dalam kegiatan pemutakhiran data untuk mencegah tumpang tindih data personel aktif yang tidak memiliki hak pilih dan personel yang telah kembali menjadi warga sipil sehingga kembali memiliki hak pilih.
“Kami terus melakukan pendataan internal, agar tidak ada kendala terkait status hak pilih anggota yang sudah purna tugas. Ini bagian dari upaya menjaga akurasi data secara menyeluruh,” tegasnya.
Rapat pleno ini menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi lintas lembaga dalam memperkuat representasi pemilih pada pemilu maupun pemilihan kepala daerah di masa mendatang.
Selain memperbarui daftar pemilih, forum ini juga membahas tantangan lapangan seperti:
• warga yang berpindah domisili tanpa pelaporan
• pemilih yang belum memiliki dokumen administrasi kependudukan
• validasi data bagi disabilitas dan kelompok rentan
Keterlibatan aktif aparat pertahanan dan keamanan menunjukkan bahwa akurasi data pemilih merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintahan.
Dengan pleno PDPB yang terselenggara secara terbuka, KPU memastikan masyarakat dapat mengakses informasi dan turut mengawasi perkembangan data pemilih, menjadi upaya konkrit dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses pemilu.
Kodim 1006/Banjar menegaskan akan terus mendukung tahapan-tahapan kepemiluan berikutnya agar pelaksanaan demokrasi di Kabupaten Banjar berjalan damai, tertib, dan berlandaskan regulasi.



