REDAKSI8.COM, KALSEL – Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Disdagperin Kota Banjarbaru memastikan pasokan kebutuhan pokok dalam kondisi aman.
Walaupun beberapa komoditas mengalami fluktuasi harga, namun tidak ditemukan praktik penumpukan barang di tingkat pedagang.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Banjarbaru Muriani menyampaikan, ketersediaan bahan pokok (bapok) masih terjaga dan tidak ditemukan gangguan distribusi.
“Alhamdulillah untuk persediaan pokok aman. Walaupun harga fluktuatif, naiknya paling Rp1.000-Rp2.000, khususnya untuk beras. Tapi pasokan tetap aman,” ujarnya, saat monitoring harga bahan pokok di pasar tradisional, Jum’at (5/12/25).
Menurutnya, fokus utama Pemerintah memastikan tidak adanya lonjakan harga akibat penumpukan barang oleh para pedagang.
Pun, dari hasil pengecekan dan keadaan di lapangan dinilai kondusif.
“Yang kami pastikan itu pasokan ada sampai tahun baru. Tidak ada lonjakan atau penumpukan barang, kalau barang ditumpuk, harga bisa naik, tapi tidak ada indikasi itu,” jelasnya.
Meski sebagian komoditas mengalami kenaikan, namun itu bukan karena distribusi terganggu, melainkan akibat cuaca yang tak menentu.
Contohnya seperti cabai, kondisi hujan membuat kualitasnya turun dan pasokan menipis.
“Cabai itu karena pengaruh hujan, jadi cepat busuk. Mereka mendatangkan dari luar, otomatis ongkos naik karena cuaca dan jalur pengiriman. Kalau cuaca normal, insyaAllah kembali stabil,” katanya.
Sementara untuk harga daging ayam ras hingga saat ini masih terpantau stabil, dan stoknya juga aman.
“Ayam kampung juga tidak bergerak untuk harganya,” tuntasnya.



