REDAKSI8.COM, PARINGIN – Efektifkan tata kelola, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balangan Kembali Bahas Raperda Penggabungan Desa Sumber Rejeki dan Wonorejo.
Musyawarah hari itu dihadiri oleh unsur pimpinan dan anggota Komisi DPRD, perwakilan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan, tokoh masyarakat, serta aparat desa dari kedua wilayah yang terdampak. Kamis (23/10/2025).
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Balangan, Syahbudin menjelaskan, sikap ini merupakan komitmen dalam penataan administrasi wilayah.
“Kedepan, akan ada sosialisasi dan musyawarah terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penggabungan Desa Sumber Rejeki dan Desa Wonorejo,” ujarnya.
Menurutnya, Ini adalah bagian dari proses tahapan yang cukup oanjang panjang dalam upayan terbentuknya Persaturan Daerah (Perda).
Prosesnya sudah berjalan sejak tahun 2016–2017. Awalnya, Raperda ini bernama Penghapusan Desa.
“Namun setelah dilakukan pendalaman dan mendengar aspirasi masyarakat di Desa Wonorejo, maka disepakati untuk menjadi Penggabungan Desa,” bebernya.
Syahbudin juga menyampaikan tujuan utama dari Raperda penggabungan desa ini adalah untuk menciptakan efisiensi tata kelola pemerintahan desa dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Penggabungan diharapkan dapat mengatasi kendala geografis, demografis, atau keterbatasan sumber daya yang mungkin dihadapi oleh desa-desa kecil.
Sementara, penggabungan ini bertujuan untuk efektivitas tata kelola dengan cakupan yang lebih optimal. Hinggq, pembangunan desa dapat lebih terarah.
“Selain itu, anggaran dapat dimanfaatkan secara maksimal, dan yang terpenting, pelayanan kepada warga menjadi lebih cepat dan optimal,” tambahnya.
Melalui musyawarah itu menjadi selain sebagai medium bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, kekhawatiran, serta masukan terkait implikasi penggabungan, termasuk penamaan desa baru, aset, dan struktur kepengurusan di masa depan.
“Kami di DPRD memastikan bahwa setiap masukan akan menjadi pertimbangan utama sebelum Raperda ini dibawa ke tahap finalisasi,” tutupnya.



