REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Isu kesehatan mental menjadi sorotan utama dalam Dialog Kebijakan Pemuda yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Dewan Pemuda Kalimantan di Aula P. Samudera Lantai 2 Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Selasa (25/11/25).
Dalam forum itu, para pemuda menegaskan perlunya kebijakan konkret serta akses layanan konseling yang lebih memadai di Kalimantan Selatan.
Koordinator BasaKalimantan Wiki, Hudan Nur mengatakan, dialog hari ini menindaklanjuti isu prioritas dari Aruh Pemuda Kalsel, terutama terkait kesehatan mental yang kasusnya terus meningkat sejak pandemi Covid-19.
“Sejak pandemi hingga sekarang ada sekitar 10 ribu kasus di Kalsel. Ini isu serius. Setelah dialog ini, kami akan mempertemukan kembali 30 peserta pada 16 Desember 2025 untuk memfinalkan satu kebijakan publik dan menentukan implementasi konkretnya,” jelasnya.
Ia menyebutkan, hingga kini belum ada lembaga yang benar-benar berfungsi sebagai pusat konseling pemuda di daerah.
“Pelaku percobaan bunuh diri juga perlu didengar dan diberi ruang bicara. Saat ini belum ada institusi yang bisa menjadi rujukan,” katanya
Sementara kebutuhan untuk ruang konsultasi dan pendampingan yang aman, rahasia dan profesional memang sangat mendesak.
“Ada layanan konseling telepon dari dinas terkait, tapi banyak pemuda tidak mengetahui keberadaannya,” ucapnya.
Melalui dialog kebijakan tersebut, para pemuda merumuskan kemungkinan membentuk sesi konseling “dari mereka untuk mereka”, sebagai langkah awal mengurangi persoalan kesehatan mental di kalangan generasi muda.
Dimana pada kegiatan itu diikuti sekitar 60 peserta, termasuk Dewan Pemuda Kalimantan yang akan menjadi pengawal utama implementasi gagasan.
BasaKalimantan Wiki sendiri hanya berfungsi sebagai mediator dan fasilitator.
“Kami ingin memastikan ide yang dihasilkan bukan hanya menjadi juara di lomba, tapi benar-benar diimplementasikan oleh para pemuda dan dikawal sampai ke instansi, legislatif, ataupun pihak swasta,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera mengapresiasi, kepedulian pemuda terhadap isu strategis yang akan bermuara pada kebijakan publik.
“Ini langkah baik. Isu-isu yang dibawa harus disesuaikan dengan kebutuhan daerah, untuk menyiapkan generasi penerus kita dari ancaman negatif di masa depan,” ujarnya.
Rizky menegaskan, DPRD siap memfasilitasi hasil rumusan dialog, termasuk proses penyaluran kebijakan, hingga penyusunan policy brief.
“Kami akan menyediakan ruang bagi mereka untuk mempresentasikan hasil pembahasan kepada Ketua Bapemperda DPRD Banjarbaru,” tuturnya.
Ia berharap, tindak lanjutnya dapat berjalan sesuai mekanisme penyusunan regulasi.
“Harapannya bisa diterima dan dibawa ke arah kebijakan, bahkan menjadi bagian dari Peraturan Daerah,” pungkasnya.



