REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) mulai tanggal 20-21 November 2025.
Dimana program tersebut berupaya menyediakan bahan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula dan lainnya dengan harga murah yang sudah di subsidi oleh Pemerintah.
Warga Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara, Umi mengatakan, sengaja datang ke GPM untuk membeli minyak goreng,, bawang, dan komoditi lainnya karena lebih murah dari pasar.
“Bawang di rumah lagi habis, jadi beli bawang merah dan putih. Saya juga beli minyak goreng merek Minyakita, kopi good day sama snack buat anak-anak dirumah,” ujarnya, Kamis (20/11/25).
Menurutnya, Minyakita di Gerakan Pangan Murah itu jauh lebih murah. Biasanya dipasar Rp40 ribu perdua liter, tapi di GPM harganya hanya Rp30 ribu.
“Minyak gorengnya lebih murah ya Rp30 ribu. Biasanya kan Rp39 ribu – Rp40 ribu yang 2 liter,” ucapnya.
Sementara, harga bawang di GPM juga dijual dengan harga miring yakni Rp30 ribu per kilogramnya.
“Bawang lebih murah, biasanya Rp40 ribu, ini Rp30 ribu, jadi beli 1 kilogram bawang merah dan 1 kilogram bawang putih. Lumayan murah harganya, karena tanggal tua,” jelasnya.
Sejumlah bahan pokok lainnya pun katanya dijual rata-rata memang untuk 1 kilogram, sehingga lebih murah.
Namun Ia meminta, ada bahan pokok yang dijual dengan setengah ukuran lagi, misalnya setengah kilogram atau seperempat kilogram.
“Lumayan ya, cuma kemasannya 1 kilograman, kalau ada yang setengah-setengah lebih baik lagi karena tanggal tua nih,” ungkapnya.
Umi juga berharap, Gerakan Pangan Murah di Kios Pangan DPKP Kalsel itu dapat terus diselenggarakan, karena sangat membantu kebutuhan pokok masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah.
“Saya pas sekalian lewat tadi ada melihat langsung kesini. Harapannya bisa disosialisasikan lebih agar warga-warga Banjarbaru dan sekitarnya bisa datang meramaikan,” tandasnya.



