REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Hampir sebulan, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax membuat sejumlah masyarakat Kota Banjarbaru mulai khawatir.
Berdasarkan pantauan Redaksi8.com di lapangan, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Banjarbaru didapati kehabisan stok, sehingga warga terpaksa harus menggunakan BBM jenis Pertalite.
Walupun Pertalite dinilai kurang cocok untuk motor dengan mesin modern, karena rasio kompresinya tinggi, maka memerlukan oktan yang lebih tinggi dari Pertalite.
Salah satu warga Kota Banjarbaru, Hartono mengaku kesulitan untuk mendapatkan BBM jenis Pertamax itu.
“Tadi mencari di SPBU Guntung Paikat, sudah mencari di 2 SPBU kosong jua,” ucapnya, Rabu (19/11/25).
Menurutnya, keadaan seperti ini menyulitkan banyak pihak terutama masyarakat yang rutinitasnya diluar.
Oleh karena itu, Ia berharap Pemerintah Kota (Pemko) maupun pihak terkait dapat menormalkan kembali pasokan BBM ini.
“Mulai pagi tadi sudah mencari. Harapannya stoknya cepat ada dan kembali kaya biasa tidak sulit dicari,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Isharwanto mengungkap, Pemerintah terus berupaya menjaga kualitas dan kemurnian BBM yang beredar di masyarakat.
Dimana langkah ini sangat penting untuk memastikan BBM yang di salurkan ke konsumen, agar tetap sesuai standar dan tidak tercampur dengan bahan lain seperti air atau kotoran yang dapat menurunkan mutu maupun merusak mesin kendaraan.
“Tangki penampungannya di SPBU bisa di cek kembali, bisa saja air hujan masuk, siapa yang tahu, ini bisa terjadi. Untuk itu pengawasan sangat penting dilakukan,” tegasnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pertamina di Banjarmasin, Selasa (18/11/25).
Selain itu, Ia juga menekankan, kepada PT Pertamina agar segera melakukan pengolahan data aduan terperinci.
“Menganalisa penyebabnya untuk mengambil langkah-langkah kedepannya agar tidak meresahkan masyarakat,” tutupnya.



