REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Komitmen perusahaan dan instansi Pemerintah di Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam mendukung transisi Energi Baru Terbarukan (EBT) mendapat pengakuan dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalsel.
Delapan perusahaan dan dua instansi, serta sejumlah kategori efisiensi listrik dan air menerima penghargaan pada seremoni yang digelar di Gedung Dinas ESDM Kalsel, Selasa (18/11/2025).
Penghargaan diserahkan langsung oleh Sekretaris Dinas ESDM Kalsel, Nasrullah bersama jajaran.
Kepala Bidang (Kabid) Energi, Ir H Endarto menjelaskan, penerima penghargaan telah berkontribusi dalam pengembangan EBT, khususnya pemasangan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU TS) di daerah masing-masing.
“Selain penghematan juga ada beberapa kegiatan-kegiatan dari instansi Kabupaten dan Kota dalam rangka pengembangan EBT, antara lain pengembangan pemasangan PJU TS,” ujarnya.
Selain itu, penggunaan PJU TS juga telah dikembangkan oleh berbagai perusahaan lintas sektor.
“Untuk perusahaan yang mengembangkan EBT berupa PJU TS ada perusahaan pertambangan, sawit, industri air minum, termasuk juga untuk perusahaan transportasi seperti PT Angkasa Pura Bandara Syamsudin Noor,” sebutnya.
Endarto menegaskan, penghargaan itu merupakan bentuk dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan.
Sebab, transisi energi bukan sekedar mengganti sumber energi, tetapi juga membangun ekosistem baru yang mendukung investasi hijau, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan ketahanan energi daerah.
“Dengan kegiatan ini kami rasa sangat baik untuk mendorong dan membangun iklim penggunaan EBT yang sementara ini kita masih berpatokan kepada penggunaan energi fosil,” ungkapnya.
Ia berharap, semakin banyak perusahaan dan instansi lain yang mengikuti langkah serupa, terlebih program EBT kini menjadi prioritas nasional.
“Kita juga berangkat dari visi-misi atau rencana pembangunan jangka menengah Bapak Gubernur kita Harus Muhidin,” katanya.
Melalui penegasan itu, diharapkan kolaborasi Pemerintah dan dunia usaha semakin masif dalam mempercepat transisi menuju energi hijau.
“Maka kami sebagai instansi dalam pembina sektor energi tentu harus bisa memberikan apresiasi ini kepada perusahaan-perusahaan yang sudah melaksanakan itu,” tuturnya.
Di sisi lain, Ia juga ingin memastikan bahwa komitmen penggunaan energi hijau terus berlanjut dan tidak berhenti pada penghargaan semata.
“Sehingga kedepannya akan lebih banyak lagi dan akan lebih besar lagi untuk kegiatan EBT ini,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu penerima penghargaan dari PT Bhumi Rantau Energi, Sinta menyampaikan, penghargaan itu menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperluas inovasi energi hijau.
“PT Bhumi Rantau Energi sendiri bergerak di pertambangan batu bara. Dalam hal EBT kita mengembangkan solar cell atau panel-panel solar cell untuk penggerak dan pengukur kualitas air limbah di area settling point,” terangnya.
Bahkan, katanya pemanfaatan EBT juga diterapkan pada seluruh jalan tambang menggunakan PJU Tenaga Surya.
“Selanjutnya ada updating untuk monitoring, kita gunakan untuk solar cell untuk monitoring area robotik,” ucapnya.
Teknologi berbasis EBT kini tidak hanya dipakai untuk efisiensi energi, tetapi juga turut mendukung sistem keselamatan tambang dengan memberikan data pergerakan lereng secara real time.
“Dimana area alat tersebut itu berfungsi untuk mengukur pergerakan lereng atau pergerakan langsoran, sehingga kita bisa lebih memitigasi resiko-resiko bahaya yang ada di area pertambangan,” jelasnya.
Namun, Sinta menegaskan, bahwa perusahaannya telah menyiapkan rencana penambahan solar cell untuk mendukung target energi hijau ke depan.
“Jadi mungkin didalam rancangan anggaran biaya perusahaan pun kita sudah mengaturkan atau planning untuk penambahan-penambahan solar cell-solar cell di area-area tertentu lainnya,” pungkasnya.



