REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Guna memperkuat sistem keamanan pangan nasional, Laboratorium Kesehatan dan Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pertama di Indonesia secara resmi diluncurkan di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Peresmian tersebut diumumkan dalam Forum Diskusi Sinergitas Pengawasan Obat dan Makanan yang diselenggarakan di Balai Besar POM Banjarbaru Aula Aberani Sulaiman, Kantor Gubernur Kalsel, Senin (17/11/25).
Momen bersejarah itu dihadiri langsung oleh Kepala Badan POM RI, Prof. Taruna Ikrar didampingi Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso.
Serta dihadiri para Bupati dan Wali Kota se-Kalimantan Selatan, hingga lintas instansi terkait.
“Ini menjadi percontohan nasional karena Laboratorium MBG di Tabalong adalah yang pertama di Indonesia. Dan kami memulai safari pengawasan pangan nasional dari Kalimantan Selatan,” tegas Taruna Ikrar.
Ia mengatakan, laboratorium itu akan memastikan setiap pangan yang diberikan melalui program prioritas Presiden Republik Indonesia (RI) MBG aman, sehat, dan layak konsumsi.
“Keberadaan laboratorium tersebut diharapkan dapat mencegah kasus keracunan pada peserta didik akibat makanan yang tidak memenuhi standar kesehatan,” ujarnya.
Taruna mengungkapkan, rasa terimakasih atas dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Tabalong yang telah memberikan hibah tanah untuk pembangunan fasilitas laboratorium MBG dan SPPG (Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga).
“Ini bentuk dukungan yang luar biasa dari Tabalong. Langkah ini adalah bagian penting untuk memastikan pengawasan ketat demi keselamatan anak-anak kita,” ucapnya.
Selain fokus pada keamanan pangan sekolah, Badan POM juga memperkuat pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam sektor pangan, obat tradisional, serta kosmetik.
Dari total 1,7 juta pelaku usaha, baru 400 ribu yang terlayani perizinan dan sertifikasinya.
Sehingga, pihaknya menekankan, pentingnya kerja lintas sektor dalam penanganan stunting, kekurangan gizi, tuberkulosis, hingga diabetes yang masih tinggi di Indonesia.
“Saat ini Kalsel baru memiliki tiga UPT Badan POM, yaitu di Tabalong, Tanah Bumbu, dan Banjarbaru,” sebutnya.
Untuk memperkuat layanan, target penambahan satu hingga dua UPT akan direncanakan tahun depan dengan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah (Pemda).
Demikian, dengan diluncurkannya Laboratorium Kesehatan dan Keamanan Pangan MBG pertama di Indonesia ini, diharapkan menjadi pelopor nasional dalam penguatan pengawasan pangan sekolah dan percepatan pelayanan pangan aman bagi masyarakat.
“Langkah ini diyakini menjadi fondasi penting menuju Generasi Indonesia Emas 2045 dan daya saing nasional di bidang kesehatan dan ekonomi,” tuntasnya.



