REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Gelaran Banjarbaru Street Art Festival (BSAF) di Kelurahan Syamsudin Noor menyedot ribuan pengunjung pada Sabtu (15/11/25).
Parade kostum dari 17 Rukun Tetangga (RT) di Kecamatan Landasan Ulin menjadi pusat perhatian, menampilkan kreativitas warga dalam nuansa Hari Pahlawan.
Festival yang digelar perdana ini merupakan kolaborasi Banjarbaru Emas Creative Centre (BECC) bersama Kelurahan Syamsudin Noor, mengusung tema “Dari Warga Untuk Warga.”
Direktur BSAF, Isuur Loeweng Suroto menyebut, gelaran itu bagian dari upaya mendorong Banjarbaru menuju kota kreatif dan akan menjadi agenda rutin yang melibatkan seluruh Kecamatan.
“Ini adalah batu loncatan untuk menuju Banjarbaru Kota Kreatif kedepan yang digawangi oleh BECC dan Banjarbaru Street Art Festival sendiri akan terus bergulir,” ujarnya.
“Kalau tidak ada perubahan setiap 3 bulan sekali akan dilangsungkan di setiap Kecamatan di Banjarbaru,” sambungnya.
Ia mengungkapkan, sebanyak 150 booth Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Landasan Ulin, Banjarbaru hingga luar daerah ikut meramaikan festival.
Harapannya, ajang berbasis partisipasi warga ini mampu menggerakkan perputaran ekonomi lokal.
“Harapan saya tentu ketika membuat kegiatan akan ada perputaran ekonomi, sehingga dapat membantu warga lokal yang menjadi tuan rumah ataupun khususnya di Kota Banjarbaru,” ungkapnya.
Sementara itu, Warga RT 29 Syamsudin Noor, Widyarti mengaku, bangga dengan kemeriahan BSAF tahun ini.
“Acara hari ini sangat meriah bahkan mungkin lebih meriah dari tahun kemarin. Semoga event-event seperti ini tetap terus berlanjut dan jadi budaya kita,” harapnya.
Ia menyebutkan, RT-nya menampilkan karya berbentuk Burung Garuda dan IKN dari stirofoam, simbol persatuan dalam keberagaman.
“Kita support dari sini saja, secara tenaga belum bisa. Tadi ada Burung Garuda dan IKN, artinya meski semua berbeda-beda tetapi tetap satu jua,” tutupnya.



