REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Banjarbaru Street Art Festival (BSAF) perdana di Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin berlangsung semarak.
Ribuan warga mengikuti parade yang start dari RTH Wella Mandiri dan berakhir di halaman Kantor Kelurahan Syamsudin Noor, Sabtu (15/11/25).
Digagas Banjarbaru Emas Creative Centre (BECC) bersama Kelurahan, BSAF mengusung konsep “Dari Warga Untuk Warga” dan menjadi bagian dari program One Village One Product (OVOP).
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby menyampaikan, apresiasi atas sukses dan terselenggaranya kegiatan tersebut.
“BSAF juga menjadi salah satu program juga OVOP yang mana hari ini dilaksanakan di Kecamatan Landasan Ulin,” ujarnya.
Ia menuturkan, kegiatan serupa akan diperluas ke wilayah-wilayah lain, sehingga semakin dikenal sebagai ajang yang mendorong kreativitas warga dan memperkuat identitas budaya lokal.
“InsyaAllah nanti 4 Kecamatan lainnya di Kota Banjarbaru akan menyusul untuk melaksanakan event seperti ini yang melaksanakan program One Village One Product,” imbuhnya.
Di antara peserta, Afrilia dari Rukun Tetangga (RT) 15 Rukun Warga (RW) 3 tampil dengan kebaya Jawa yang dipersiapkan hanya dalam waktu singkat.
“Persiapannya mungkin dalam waktu singkat aja, satu minggu ini dan temanya itu kita mulai dari perjuangan, budaya, dan persatuan,” ujarnya
Hal itu katanya sejalan dengan makna yang telah diusung, yaitu memberikan ruang bagi warga untuk mempererat kebersamaan.
“Maknanya harus saling merekatkan antara warga yang satu dengan yang lainnya juga,” ucapnya.
Ia berharap, BSAF terus digelar tiap tahun, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh warga dan menjadi agenda pemersatu masyarakat.
“Semoga setiap tahun diadakan supaya kita dari warga Kelurahan Syamsudin Noor atau Landasan Ulin ini juga punya semangat pahlawan untuk ke depannya, dan tidak melupakan perjuangan para pahlawan,” harapnya.
Sementara, peserta lainnya dari RT 15 yang mengenakan kostum dokter, Wiwin mengaku, senang dapat kembali ikut memeriahkan festival di tahun ini.
“Jadi semua terlibat dari anak-anak sampai ibu-ibu dan bapak-bapaknya terlibat. Persiapannya cuma satu minggu saja, kalau kelamaan konsepnya hilang, dadakan malah lancar,” pungkasnya.



