REDAKSI8.COM, BANJAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) menerima kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Kamis (13/11/2025). Pertemuan berlangsung di Aula Bauntung Bappedalitbang Banjar dan dihadiri sejumlah pejabat dari kedua daerah.
Rombongan tamu dari Kabupaten Bengkalis dipimpin oleh Staf Ahli Bupati Bengkalis Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Ed Efendi, yang datang bersama perwakilan dari DPMPTSP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, serta Bagian Hukum Setda Bengkalis.
Mereka disambut langsung oleh Sekretaris Bappedalitbang Banjar, Hanafi, yang hadir mewakili Kepala Bappedalitbang, didampingi Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Dedi Nurmadi.
Dalam sambutannya, Hanafi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemkab Bengkalis yang menjadikan Kabupaten Banjar sebagai salah satu rujukan dalam penerapan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kami menyambut baik kedatangan rekan-rekan dari Kabupaten Bengkalis. Semoga pertemuan ini menjadi sarana berbagi pengalaman dan memperkuat sinergi dalam penerapan tanggung jawab sosial perusahaan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kerja sama antardaerah seperti ini sangat penting sebagai upaya meningkatkan kapasitas pemerintah dalam mengelola sinergi dunia usaha untuk pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, ketua rombongan Ed Efendi menjelaskan bahwa tujuan kunjungan kerja ini adalah untuk melakukan konsultasi sekaligus koordinasi terkait pelaksanaan TJSLP di Kabupaten Bengkalis, khususnya dalam hal regulasi, mekanisme koordinasi, dan model kolaborasi dengan pihak swasta.
“Kabupaten Banjar menjadi rujukan bagi kami karena telah memiliki regulasi lengkap, mulai dari Perda hingga pembentukan tim koordinasi dan forum komunikasi CSR. Ini menjadi contoh penerapan yang sistematis dan berkelanjutan,” jelasnya.
Menurut Ed Efendi, kunjungan tersebut diharapkan dapat membawa pembelajaran baru untuk memperkuat tata kelola CSR di Bengkalis, sehingga pelaksanaan TJSLP dapat lebih tepat sasaran dan mendukung prioritas pembangunan di daerah mereka.
Menanggapi maksud kunjungan tersebut, Kabid Ekonomi dan SDA Bappedalitbang Banjar, Dedi Nurmadi, memaparkan secara terperinci mengenai bagaimana pelaksanaan CSR di Kabupaten Banjar telah diintegrasikan dengan RPJMD 2025–2029.


Ia menjelaskan bahwa seluruh program TJSLP diarahkan pada isu-isu strategis daerah, antara lain:
– Penurunan angka kemiskinan dan stunting melalui program bantuan gizi dan perbaikan layanan kesehatan dasar.
– Peningkatan ketahanan terhadap bencana, khususnya melalui edukasi dan penyediaan fasilitas mitigasi bencana.
– Penguatan UMKM dan tenaga kerja lokal lewat pelatihan wirausaha, dukungan permodalan, serta pelatihan tenaga kerja siap pakai.
– Pembangunan desa berbasis potensi lokal, yang diwujudkan melalui program Smart Kampung Manis untuk mendorong kemandirian desa dan inovasi lokal.
“Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat atau yang dikenal sebagai model penthahelix, menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan CSR di Banjar. CSR bukan hanya kewajiban sosial, tetapi investasi jangka panjang untuk pembangunan berkelanjutan,” tegas Dedi.
Ia menambahkan bahwa berbagai program CSR yang telah berjalan di Kabupaten Banjar mencakup bantuan gizi untuk anak, revitalisasi pesantren dan sekolah, pengadaan alat pertanian bagi kelompok tani, hingga pelatihan keterampilan kerja untuk masyarakat produktif.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan interaktif. Para pejabat dari Pemkab Bengkalis aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan menggali informasi lebih mendalam terkait mekanisme kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha di Kabupaten Banjar. Mereka juga menyoroti aspek monitoring evaluasi, pola pelibatan dunia usaha, serta pendekatan inovatif yang diterapkan Banjar dalam menyusun program CSR yang adaptif.
Menutup rangkaian kegiatan, Dedi berharap kunjungan kerja ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antardaerah dalam hal penguatan TJSLP.
“Semoga kunjungan ini memperkuat kerja sama antardaerah dan memberikan manfaat bagi pelaksanaan TJSLP di Kabupaten Bengkalis,” tutupnya.



