REDAKSI8.COM, BANJAR – Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro agar lebih mandiri dan berdaya saing tinggi. Melalui Pelatihan Kewirausahaan Lanjutan bagi Pengusaha Mikro Tahun 2025, dinas ini berupaya mencetak wirausahawan yang siap menembus pasar nasional hingga internasional.
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Oktober 2025, bertempat di ruang belajar BKPSDM Kabupaten Banjar. Pelatihan diikuti oleh sejumlah pelaku usaha mikro dari berbagai kecamatan di Kabupaten Banjar yang ingin memperkuat kemampuan bisnis dan memperluas jaringan usahanya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Usaha Mikro DKUMPP Banjar, Rudy Mulyadi, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Ia berharap seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara nyata dalam pengelolaan usaha masing-masing.
“Kami berharap dengan sepuluh materi pembelajaran yang telah diberikan, para pengusaha mikro dapat mengembangkan bisnisnya agar mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga di kancah global,” ujar Rudy.
Rudy menambahkan, pelatihan lanjutan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan yang dilakukan DKUMPP untuk mendorong para pelaku UMKM naik kelas.
Sementara itu, Kepala DKUMPP Kabupaten Banjar, I Gusti Made Suryawati, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar pembekalan teori, tetapi langkah nyata untuk menyiapkan pelaku usaha mikro menghadapi peluang ekspor.
“Kami ingin para peserta mampu mempersiapkan produknya untuk menembus pasar ekspor. Harapan kami, UMKM Banjar dapat bersaing dengan produk-produk dari daerah lain, bahkan dari luar negeri,” ungkap Made Suryawati.
Ia menekankan pentingnya kualitas produk, legalitas usaha, dan strategi pemasaran yang kreatif agar UMKM Banjar mampu menjadi pelaku ekonomi tangguh di era globalisasi.
Pelatihan ini menghadirkan sepuluh narasumber kompeten dari berbagai instansi dan lembaga yang memberikan pembekalan komprehensif sesuai kebutuhan pelaku UMKM.
Berikut daftar pemateri dan topik yang disampaikan:
1. I Gusti Made Suryawati – Kebijakan Pemberdayaan UMKM.
2. Diannor dan Tulus Achir Cahyadi dari Kemenkumham RI Kanwil Kalsel – Pembentukan Badan Hukum Perseorangan dan Kekayaan Intelektual.
3. Rusmiati Agustina dari Dinas Kesehatan Banjar – Keamanan Pangan dan Standar Produk UMKM.
4. Prieska Widhi Prasetyo dari Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan – Kepabeanan dan Proses Ekspor Produk UMKM.
5. Lenny Syanjaya dari BBPOM – Proses Perizinan dan Izin Edar Produk UMKM.
6. Eva Melinawaty dari BNI dan Hendrawan dari Bank Indonesia – Sumber Pembiayaan UMKM, Kurasi Produk, dan Kisah Sukses Wirausahawan Lokal.
7. Siti Salamiah dari Wetland Foundation – Perancangan Model Kemitraan Usaha yang Berkelanjutan.
8. Yudie Fitrianto dari KPP Pratama – Perpajakan bagi Wajib Pajak UMKM.
Materi-materi tersebut disusun secara sistematis untuk memberikan wawasan menyeluruh mulai dari legalitas usaha, keamanan produk, akses pembiayaan, hingga strategi ekspor dan kemitraan bisnis.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang didapat untuk memperkuat posisi UMKM Banjar sebagai pilar ekonomi daerah. DKUMPP Banjar berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan, pendampingan, dan fasilitasi agar pelaku usaha mikro dapat naik kelas dan berdaya saing di pasar global.
“Pelatihan ini bukan akhir, tapi awal dari langkah besar kita bersama untuk membawa produk-produk Banjar ke panggung dunia,” tutup Made Suryawati penuh optimisme.
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Oktober 2025, bertempat di ruang belajar BKPSDM Kabupaten Banjar. Pelatihan diikuti oleh sejumlah pelaku usaha mikro dari berbagai kecamatan di Kabupaten Banjar yang ingin memperkuat kemampuan bisnis dan memperluas jaringan usahanya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Usaha Mikro DKUMPP Banjar, Rudy Mulyadi, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Ia berharap seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara nyata dalam pengelolaan usaha masing-masing.
“Kami berharap dengan sepuluh materi pembelajaran yang telah diberikan, para pengusaha mikro dapat mengembangkan bisnisnya agar mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga di kancah global,” ujar Rudy.
Rudy menambahkan, pelatihan lanjutan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan yang dilakukan DKUMPP untuk mendorong para pelaku UMKM naik kelas.
Sementara itu, Kepala DKUMPP Kabupaten Banjar, I Gusti Made Suryawati, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar pembekalan teori, tetapi langkah nyata untuk menyiapkan pelaku usaha mikro menghadapi peluang ekspor.
“Kami ingin para peserta mampu mempersiapkan produknya untuk menembus pasar ekspor. Harapan kami, UMKM Banjar dapat bersaing dengan produk-produk dari daerah lain, bahkan dari luar negeri,” ungkap Made Suryawati.
Ia menekankan pentingnya kualitas produk, legalitas usaha, dan strategi pemasaran yang kreatif agar UMKM Banjar mampu menjadi pelaku ekonomi tangguh di era globalisasi.
Pelatihan ini menghadirkan sepuluh narasumber kompeten dari berbagai instansi dan lembaga yang memberikan pembekalan komprehensif sesuai kebutuhan pelaku UMKM.
Berikut daftar pemateri dan topik yang disampaikan:
1. I Gusti Made Suryawati – Kebijakan Pemberdayaan UMKM.
2. Diannor dan Tulus Achir Cahyadi dari Kemenkumham RI Kanwil Kalsel – Pembentukan Badan Hukum Perseorangan dan Kekayaan Intelektual.
3. Rusmiati Agustina dari Dinas Kesehatan Banjar – Keamanan Pangan dan Standar Produk UMKM.
4. Prieska Widhi Prasetyo dari Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan – Kepabeanan dan Proses Ekspor Produk UMKM.
5. Lenny Syanjaya dari BBPOM – Proses Perizinan dan Izin Edar Produk UMKM.
6. Eva Melinawaty dari BNI dan Hendrawan dari Bank Indonesia – Sumber Pembiayaan UMKM, Kurasi Produk, dan Kisah Sukses Wirausahawan Lokal.
7. Siti Salamiah dari Wetland Foundation – Perancangan Model Kemitraan Usaha yang Berkelanjutan.
8. Yudie Fitrianto dari KPP Pratama – Perpajakan bagi Wajib Pajak UMKM.
Materi-materi tersebut disusun secara sistematis untuk memberikan wawasan menyeluruh mulai dari legalitas usaha, keamanan produk, akses pembiayaan, hingga strategi ekspor dan kemitraan bisnis.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang didapat untuk memperkuat posisi UMKM Banjar sebagai pilar ekonomi daerah. DKUMPP Banjar berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan, pendampingan, dan fasilitasi agar pelaku usaha mikro dapat naik kelas dan berdaya saing di pasar global.
“Pelatihan ini bukan akhir, tapi awal dari langkah besar kita bersama untuk membawa produk-produk Banjar ke panggung dunia,” tutup Made Suryawati penuh optimisme.



