REDAKSI8.COM, BANJAR – Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Martapura Kabupaten Banjar, Hamdani , angkat bicara terkait insiden dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa di Martapura beberapa waktu lalu, setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kesempatan bertemu dengan sejumlah awak media, Hamdani menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia menilai bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah positif pemerintah untuk meningkatkan gizi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelajar di Kabupaten Banjar.
Namun demikian, Hamdani menegaskan pentingnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut, agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
“Program Makan Bergizi Gratis ini memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah. Namun, makna dan pelaksanaannya perlu dievaluasi kembali agar keamanan dan kualitas makanan lebih terjamin. Jangan sampai semangat membantu justru menimbulkan masalah baru seperti dugaan keracunan yang terjadi beberapa hari lalu,” ujar Hamdani.
Lebih lanjut, Ketua PC PMII Martapura itu juga menekankan agar program tersebut tidak dihentikan sepenuhnya, melainkan diperbaiki dari segi pengawasan, distribusi, hingga kualitas bahan makanan yang digunakan.
“Kami berharap pemerintah daerah tidak menghentikan program ini. Cukup dilakukan pembenahan dan peningkatan pengawasan. Sebab, Makan Bergizi Gratis telah memberi dampak positif bagi masyarakat kita,” tambahnya.
Hamdani juga mengajak semua pihak, termasuk lembaga pendidikan dan masyarakat, untuk bersama-sama mengawasi jalannya program agar benar-benar memberikan manfaat tanpa menimbulkan dampak negatif.



