REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Gerakan kaderisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Selatan kembali menorehkan prestasi gemilang. Tak hanya aktif di ranah intelektual dan sosial, kader PMII Kalsel kini juga menunjukkan kiprah nyata di bidang ekonomi kreatif melalui partisipasi dalam ajang BAZNAS Santripreneur 2025 yang digelar di PSP3 IPB University, Bogor, pada 6–10 Oktober 2025.
Kehadiran kader KOPRI PMII Kalsel di ajang nasional bergengsi ini menjadi bukti bahwa proses kaderisasi di tubuh PMII tak berhenti pada tataran ide dan wacana, tetapi telah bertransformasi menjadi gerakan yang produktif dan solutif bagi masyarakat. Melalui inovasi, kreativitas, dan semangat kewirausahaan, para kader perempuan PMII menunjukkan bahwa santri dan aktivis muda Islam juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi umat.
Ketua Kaderisasi PKC PMII Kalimantan Selatan, Ali Musana, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat dan dedikasi para kader yang berani keluar dari zona nyaman untuk berinovasi.
“Ini menjadi angin segar bagi kaderisasi PMII Kalsel yang terus bergerak progresif dan berdampak nyata terhadap kemajuan UMKM. Semangat entrepreneurship yang dibawa para kader adalah bukti bahwa kaderisasi tidak hanya melahirkan pemikir, tetapi juga pelaku perubahan sosial yang konkret,” ujar Ali Musana.
Ali menambahkan, keikutsertaan kader KOPRI dalam kompetisi tersebut merupakan wujud sinergi antara nilai-nilai keislaman, intelektualitas, dan kemandirian ekonomi. Ia berharap agar semangat ini menular kepada seluruh kader PMII di berbagai daerah.
“?Kami ingin seluruh kader terus menggali potensi diri, memperluas wawasan, dan mampu beradaptasi dengan tantangan zaman. PMII harus hadir di setiap sektor pembangunan, termasuk dalam penguatan ekonomi rakyat dan pemberdayaan UMKM,” tambahnya.
Prestasi membanggakan juga diraih oleh Sahabati Noor Zaidah, Ketua KOPRI PKC PMII Kalimantan Selatan, yang sukses masuk dalam Top 10 Kompetisi BAZNAS Santripreneur 2025. Capaian ini menjadi simbol keberhasilan kader perempuan PMII dalam menembus panggung nasional dan membawa nama baik Kalimantan Selatan di kancah pemberdayaan ekonomi santri.
Dalam kompetisi yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai pesantren, komunitas santri, dan organisasi kepemudaan seluruh Indonesia ini, Noor Zaidah menampilkan inovasi usaha berbasis nilai-nilai lokal Banua dengan konsep “entrepreneurship berkeadilan sosial” — menggabungkan aspek profit dengan pemberdayaan masyarakat.
PKC PMII Kalimantan Selatan pun menyampaikan rasa bangga atas prestasi tersebut, yang dinilai menjadi inspirasi bagi seluruh kader, khususnya anggota KOPRI, untuk terus berkarya dan berkontribusi di level nasional.
Melalui semangat progresif dan komitmen terhadap perubahan sosial, PMII Kalsel menegaskan peran strategisnya dalam mencetak kader-kader unggul yang cerdas secara intelektual, mandiri secara ekonomi, dan produktif secara sosial.
Gerakan kaderisasi yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada penguatan ideologi dan keislaman, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja, dan menjadi bagian dari penggerak ekonomi banua.
Dengan capaian ini, PMII Kalsel menegaskan diri sebagai organisasi kaderisasi yang tidak hanya membentuk pemimpin masa depan, tetapi juga agen perubahan yang menebar manfaat bagi umat dan bangsa.
Dua Bidang Dinas PUPR Banjar Tinjau Desa Gunung Batu, Percepat Solusi Air Bersih yang Dinantikan Warga Selama Puluhan Tahun
REDAKSI8.COM, BANJAR - Desa Gunung Batu, Kecamatan Sambung Makmur, kembali mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Banjar dalam upaya mengatasi...



