REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Banjar turut berperan aktif dalam ajang Komdiphoria 2025 yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (26–27 September 2025) di Atrium Q Mall Banjarbaru, mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WITA.
Komdiphoria, atau Komunikasi Digital Euphoria, merupakan festival inovatif yang memadukan edukasi, kreativitas, dan partisipasi publik. Acara ini dirancang sebagai ruang bagi masyarakat Banua untuk mengenal lebih dekat berbagai inovasi komunikasi publik yang dihadirkan Diskominfo Kalsel, sekaligus memperkuat identitas lembaga dalam memberikan pelayanan informasi yang cepat, tepat, dan transparan.
Salah satu yang menarik perhatian dalam kegiatan ini adalah keterlibatan KIM Sekumpul Kabupaten Banjar yang menggandeng Bank Sampah Sekumpul. Mereka memanfaatkan stand pameran untuk menampilkan produk-produk unggulan dari pelaku UMKM serta berbagai inovasi ramah lingkungan berbasis pengelolaan sampah.
Ketua KIM Kabupaten Banjar, Muhammad Noor, menyampaikan rasa syukurnya karena dapat ikut serta dalam ajang besar yang digagas Diskominfo Provinsi Kalsel tersebut.
“Alhamdulillah, kami bisa terlibat langsung dalam kegiatan Komdiphoria. Bagi kami, ini bukan hanya sekadar pameran, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan produk-produk UMKM, terutama yang ada di kawasan Sekumpul, kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Bank Sampah Sekumpul, Dewi Heldayati, menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan peluang besar untuk memperluas jaringan promosi.
“Melalui Komdiphoria, produk yang dihasilkan oleh Bank Sampah Sekumpul maupun UMKM mitra kami bisa lebih dikenal. Selain itu, masyarakat juga bisa belajar bahwa sampah, bila dikelola dengan baik, bisa bernilai ekonomi dan mendukung gerakan lingkungan yang berkelanjutan,” terangnya.
Kehadiran KIM Sekumpul dan Bank Sampah Sekumpul di ajang Komdiphoria 2025 menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan UMKM dapat menciptakan ruang kreatif yang bermanfaat. Tidak hanya sekadar memperkenalkan produk, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus mendukung ekonomi lokal.
Dengan tema yang sarat akan inovasi, Komdiphoria diharapkan mampu menjadi wadah inspiratif bagi masyarakat Kalimantan Selatan, sekaligus menguatkan peran komunikasi publik dalam membangun daerah menuju masa depan yang informatif, kreatif, dan berdaya saing.
Komdiphoria, atau Komunikasi Digital Euphoria, merupakan festival inovatif yang memadukan edukasi, kreativitas, dan partisipasi publik. Acara ini dirancang sebagai ruang bagi masyarakat Banua untuk mengenal lebih dekat berbagai inovasi komunikasi publik yang dihadirkan Diskominfo Kalsel, sekaligus memperkuat identitas lembaga dalam memberikan pelayanan informasi yang cepat, tepat, dan transparan.
Salah satu yang menarik perhatian dalam kegiatan ini adalah keterlibatan KIM Sekumpul Kabupaten Banjar yang menggandeng Bank Sampah Sekumpul. Mereka memanfaatkan stand pameran untuk menampilkan produk-produk unggulan dari pelaku UMKM serta berbagai inovasi ramah lingkungan berbasis pengelolaan sampah.
Ketua KIM Kabupaten Banjar, Muhammad Noor, menyampaikan rasa syukurnya karena dapat ikut serta dalam ajang besar yang digagas Diskominfo Provinsi Kalsel tersebut.
“Alhamdulillah, kami bisa terlibat langsung dalam kegiatan Komdiphoria. Bagi kami, ini bukan hanya sekadar pameran, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan produk-produk UMKM, terutama yang ada di kawasan Sekumpul, kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Bank Sampah Sekumpul, Dewi Heldayati, menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan peluang besar untuk memperluas jaringan promosi.
“Melalui Komdiphoria, produk yang dihasilkan oleh Bank Sampah Sekumpul maupun UMKM mitra kami bisa lebih dikenal. Selain itu, masyarakat juga bisa belajar bahwa sampah, bila dikelola dengan baik, bisa bernilai ekonomi dan mendukung gerakan lingkungan yang berkelanjutan,” terangnya.
Kehadiran KIM Sekumpul dan Bank Sampah Sekumpul di ajang Komdiphoria 2025 menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan UMKM dapat menciptakan ruang kreatif yang bermanfaat. Tidak hanya sekadar memperkenalkan produk, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus mendukung ekonomi lokal.
Dengan tema yang sarat akan inovasi, Komdiphoria diharapkan mampu menjadi wadah inspiratif bagi masyarakat Kalimantan Selatan, sekaligus menguatkan peran komunikasi publik dalam membangun daerah menuju masa depan yang informatif, kreatif, dan berdaya saing.



