REDAKSI8.COM, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar mulai melakukan rehabilitasi dan revitalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura yang selama ini menjadi salah satu ikon sekaligus ruang publik favorit masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar, Akhmad Baihaqie, menjelaskan bahwa kondisi RTH CBS saat ini memang sudah banyak mengalami kerusakan, baik dari segi fasilitas umum maupun infrastruktur pendukung.
“Memang sudah saatnya CBS ini kita revitalisasi, kita kembalikan lagi fungsinya sebagai ruang publik. Banyak fasilitas yang sudah menurun kualitasnya, seperti pedestrian yang rusak, hingga drainase yang mengalami kebuntuan sehingga sering menimbulkan genangan,” ungkapnya.
Revitalisasi ini tidak hanya sekadar memperbaiki kerusakan, tetapi juga menghadirkan konsep baru agar kawasan CBS semakin menarik, ramah pengunjung, dan multifungsi.

Beberapa fasilitas baru yang akan dibangun antara lain:
– Ruang interaksi sosial dengan area lebih luas.
– Tempat rekreasi keluarga yang nyaman dan tertata.
– Ruang bermain edukatif untuk anak-anak.
– Perbaikan pedestrian dan jalur dalam area taman.
– Estetika taman yang lebih hijau dengan penambahan pepohonan.
Menariknya, Pemkab Banjar juga menyiapkan konsep penghijauan yang lebih ramah lingkungan. Pohon-pohon lama yang berpotensi merusak bangunan dipangkas atau dipindahkan. Sebagai gantinya, setiap satu pohon yang dipindahkan akan diganti dengan 10 jenis varian pohon baru yang lebih aman dan menambah keragaman vegetasi taman.
“Selain untuk mempercantik kawasan, penanaman pohon ini juga sekaligus mendukung program Kota Layak Anak (KLA), karena kita ingin menghadirkan ruang publik yang ramah anak dan ramah keluarga,” tambah Baihaqie.
Pengerjaan rehabilitasi CBS sudah dimulai sejak 28 Agustus 2025 dengan target penyelesaian sekitar tiga hingga empat bulan. Pemkab Banjar menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada akhir Desember 2025, sehingga masyarakat bisa segera menikmati wajah baru RTH ini.
Revitalisasi ini menelan anggaran sekitar Rp8,09 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Banjar. Proyek tersebut dilaksanakan oleh CV Gajah Mada Banjarbaru dengan pengawasan dari PT Geotenyiro Teknindo Nusantara.
Pemkab Banjar berharap, setelah rampung, RTH CBS dapat kembali menjadi ikon kebanggaan Martapura sekaligus pusat kegiatan sosial masyarakat.
“Harapan kita, taman ini bisa benar-benar dimanfaatkan masyarakat, bukan hanya untuk rekreasi, tapi juga sebagai ruang interaksi, edukasi, dan ruang sehat bersama. Jadi ada nilai tambah yang bisa dirasakan masyarakat Banjar,” tutup Baihaqie.



