REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus berkomitmen mendorong percepatan transformasi digital di daerah. Hal itu diwujudkan dengan digelarnya Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Komunikasi Digital, Informatika, dan Persandian (Komdiphoria) 2025 yang berlangsung selama tiga hari di Banjarbaru.
Kegiatan strategis ini resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, melalui Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin, serta turut dihadiri langsung oleh Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI, Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistiyadi Budi.
Acara ini diikuti oleh seluruh perwakilan Diskominfo dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Salah satu agenda penting adalah pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil membentuk Computer Security Incident Response Team (CSIRT) dan meraih nilai tinggi dalam penerapan Indeks Keamanan Informasi (KAMI).
Untuk kategori Indeks KAMI, tiga daerah terbaik diraih oleh:
– Kabupaten Hulu Sungai Selatan,
– Kabupaten Tanah Bumbu, dan
– Kota Banjarmasin.
Sedangkan untuk kategori pembentukan tim CSIRT tercepat, penghargaan diberikan kepada:
– Kota Banjarbaru,
– Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan
– Kota Banjarmasin.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BSSN RI, Nugroho Sulistiyadi Budi, didampingi Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin dan Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim.Mu
Dalam sambutannya, Kepala BSSN RI memberikan apresiasi atas capaian Kalsel dalam memperkuat keamanan informasi dan infrastruktur digital.
“Provinsi Kalsel termasuk yang tercepat membentuk tim CSIRT di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Di Indonesia, baru ada enam provinsi yang sudah lengkap memiliki tim CSIRT di seluruh tingkatan pemerintah, dan Kalsel menempati posisi kedua tercepat. Bahkan, Kalsel adalah provinsi pertama yang melaksanakan penilaian indeks kematangan keamanan informasi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” tegas Nugroho.
Menurutnya, langkah cepat Pemprov Kalsel ini merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik yang lebih efisien, mudah, cepat, dan aman. Ia juga menambahkan bahwa BSSN siap bersinergi secara berkelanjutan untuk memperkuat keamanan digital di Banua.
Sementara itu, Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menegaskan bahwa transformasi digital merupakan instrumen penting reformasi birokrasi yang mampu menghadirkan pelayanan publik lebih transparan dan inklusif.
“Hal ini sejalan dengan visi Kalsel Bekerja: Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera, serta grand design Reformasi Birokrasi Nasional menuju Indonesia Emas 2045. Melalui forum ini, saya berharap lahir rekomendasi nyata untuk percepatan digitalisasi daerah, sehingga layanan publik bisa hadir lebih cepat, lebih mudah, lebih murah, dan tetap aman,” jelasnya.
Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, menambahkan bahwa Rakerda dan Komdiphoria menjadi momentum penting untuk memperkuat inovasi di sektor pelayanan publik.
“Forum ini akan mengawal berbagai inovasi agar layanan pemerintah semakin transparan, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga dirangkai dengan berbagai agenda dan materi dari narasumber nasional, mulai dari Kementerian Kominfo, Kementerian PANRB, hingga BSSN RI,” tuturnya.
Dengan adanya forum ini, diharapkan pemerintah daerah di Kalsel semakin siap menghadapi tantangan era digital, tidak hanya dalam aspek teknologi, tetapi juga pada sisi keamanan informasi dan perlindungan data masyarakat.
Waspadai Dampak Kemarau, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Banjar Pantau Keramba Jala Apung di Mali-Mali dan Sungai Arfat
REDAKSI8.COM, BANJAR - Memasuki musim kemarau, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas budidaya ikan...



