REDAKSI8.COM, BANJAR – Guna memperkuat kelembagaan PKK dan meningkatkan kapasitas aparatur di tingkat desa maupun kelurahan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banjar melalui Bidang Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat dan Sosial Dasar (PKMSD) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Administrasi PKK. Kegiatan ini digelar di Hotel TreePark, Kecamatan Kertak Hanyar, Senin (15/9/2025).
Bimtek diikuti oleh 268 peserta, yang terdiri dari Sekretaris TP PKK Desa dan Kelurahan se-Kabupaten Banjar. Mereka berasal dari 20 kecamatan dan 13 kelurahan, sehingga kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi dan peningkatan kapasitas secara serentak di seluruh wilayah.
Menurut panitia, tujuan utama kegiatan adalah untuk meningkatkan kompetensi, pengetahuan, dan keterampilan para sekretaris TP PKK dalam hal pengelolaan dokumen serta data administrasi. Dengan demikian, fungsi sekretariat di tingkat desa dan kelurahan dapat berjalan lebih baik, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketua TP PKK Kabupaten Banjar, Hj. Nurgita Tiyas, turut hadir memberikan arahan. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya peran sekretaris dalam mendukung Ketua TP PKK di desa maupun kelurahan, khususnya terkait manajemen administrasi dan tata kelola kesekretariatan.
“Sekretaris TP PKK memiliki tugas penting untuk membantu ketua dalam melaksanakan program kerja PKK. Untuk itu, diperlukan pemahaman tentang kelembagaan PKK serta keterampilan dalam mengelola dokumen dan data administrasi, agar kegiatan PKK lebih tertib dan terarah,” jelas Nurgita.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tertib administrasi merupakan fondasi kuat bagi keberhasilan gerakan PKK. Administrasi yang rapi, jelas, dan terstruktur akan memudahkan proses evaluasi kinerja yang terukur, khususnya dalam menghadapi penilaian 10 Program Pokok PKK.
“Dengan administrasi yang baik, pelaksanaan program menjadi lebih efektif. Hal ini pada akhirnya akan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam setiap kegiatan PKK,” tutupnya.
Selain arahan dari Ketua TP PKK Banjar, kegiatan ini juga menghadirkan materi teknis dari Sekretaris TP PKK Kabupaten Banjar. Para peserta dibekali dengan pengetahuan tentang tata cara pengisian berbagai dokumen penting sekretariat PKK, di antaranya:
– Buku kegiatan PKK
– Buku agenda kerja
– Daftar anggota TP PKK dan kader
– Buku notulen rapat (buku bantu)
– Buku inventaris
– Buku tamu
– Daftar kelompok dasawisma
Materi ini dinilai sangat relevan, karena masih banyak sekretariat PKK di tingkat desa dan kelurahan yang menghadapi kendala dalam penataan administrasi secara benar dan terstandarisasi.
Melalui Bimtek ini, pemerintah daerah berharap lahir sekretaris-sekretaris PKK yang profesional, terampil, dan memahami aturan kelembagaan. Dengan pengelolaan administrasi yang baik, PKK di tingkat desa maupun kelurahan dapat lebih mudah menjalankan program-program yang menyentuh langsung masyarakat, mulai dari kesehatan keluarga, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga pelestarian lingkungan.
Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Pemkab Banjar dalam memperkuat kapasitas kelembagaan desa, sekaligus mendorong terciptanya gerakan PKK yang lebih responsif, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Bimtek diikuti oleh 268 peserta, yang terdiri dari Sekretaris TP PKK Desa dan Kelurahan se-Kabupaten Banjar. Mereka berasal dari 20 kecamatan dan 13 kelurahan, sehingga kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi dan peningkatan kapasitas secara serentak di seluruh wilayah.
Menurut panitia, tujuan utama kegiatan adalah untuk meningkatkan kompetensi, pengetahuan, dan keterampilan para sekretaris TP PKK dalam hal pengelolaan dokumen serta data administrasi. Dengan demikian, fungsi sekretariat di tingkat desa dan kelurahan dapat berjalan lebih baik, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketua TP PKK Kabupaten Banjar, Hj. Nurgita Tiyas, turut hadir memberikan arahan. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya peran sekretaris dalam mendukung Ketua TP PKK di desa maupun kelurahan, khususnya terkait manajemen administrasi dan tata kelola kesekretariatan.
“Sekretaris TP PKK memiliki tugas penting untuk membantu ketua dalam melaksanakan program kerja PKK. Untuk itu, diperlukan pemahaman tentang kelembagaan PKK serta keterampilan dalam mengelola dokumen dan data administrasi, agar kegiatan PKK lebih tertib dan terarah,” jelas Nurgita.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tertib administrasi merupakan fondasi kuat bagi keberhasilan gerakan PKK. Administrasi yang rapi, jelas, dan terstruktur akan memudahkan proses evaluasi kinerja yang terukur, khususnya dalam menghadapi penilaian 10 Program Pokok PKK.
“Dengan administrasi yang baik, pelaksanaan program menjadi lebih efektif. Hal ini pada akhirnya akan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam setiap kegiatan PKK,” tutupnya.
Selain arahan dari Ketua TP PKK Banjar, kegiatan ini juga menghadirkan materi teknis dari Sekretaris TP PKK Kabupaten Banjar. Para peserta dibekali dengan pengetahuan tentang tata cara pengisian berbagai dokumen penting sekretariat PKK, di antaranya:
– Buku kegiatan PKK
– Buku agenda kerja
– Daftar anggota TP PKK dan kader
– Buku notulen rapat (buku bantu)
– Buku inventaris
– Buku tamu
– Daftar kelompok dasawisma
Materi ini dinilai sangat relevan, karena masih banyak sekretariat PKK di tingkat desa dan kelurahan yang menghadapi kendala dalam penataan administrasi secara benar dan terstandarisasi.
Melalui Bimtek ini, pemerintah daerah berharap lahir sekretaris-sekretaris PKK yang profesional, terampil, dan memahami aturan kelembagaan. Dengan pengelolaan administrasi yang baik, PKK di tingkat desa maupun kelurahan dapat lebih mudah menjalankan program-program yang menyentuh langsung masyarakat, mulai dari kesehatan keluarga, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga pelestarian lingkungan.
Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Pemkab Banjar dalam memperkuat kapasitas kelembagaan desa, sekaligus mendorong terciptanya gerakan PKK yang lebih responsif, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.



