Rakor ini menjadi forum strategis dalam menyatukan langkah dan kebijakan di sektor pertanian agar dapat berjalan sinergis, efektif, dan tepat sasaran. Fokus utama dibahas adalah penguatan sarana produksi pertanian berkelanjutan, peningkatan produktivitas, serta peningkatan kualitas berbagai komoditas unggulan.
Plt. Sekretaris Distan Banjar, Nurul Chatimah, dalam paparannya menegaskan kesiapan pihaknya menjalankan program Luas Tambah Tanam (LTT) guna mencapai target September 2025. Salah satu langkah konkret yang sedang dipacu adalah percepatan pendistribusian bantuan benih kepada petani.
“Dropping benih akan kami upayakan terealisasi pada minggu ketiga September 2025, sehingga petani bisa segera menanam sesuai jadwal yang telah ditentukan,” jelasnya.
Menurut Nurul, keberhasilan program LTT bukan hanya sekadar penambahan areal tanam, melainkan juga sebagai upaya menjaga stabilitas ketahanan pangan, khususnya menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang semakin meningkat.
Di sisi lain, Kasi Pengembangan Sarana Pertanian, Gusti Rahmatullah, menyoroti peran vital Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang terus menunjukkan peningkatan pemanfaatan sejak tahun 2020 hingga 2025.
“Penyebaran bantuan Alsintan telah menjangkau berbagai sentra produksi. Dampaknya nyata, petani bisa lebih cepat dalam pengolahan tanah, pemupukan, hingga sistem pengairan lahan,” ujar Gusti.
Keberadaan Alsintan dinilai menjadi tulang punggung modernisasi pertanian di Kabupaten Banjar. Teknologi ini membantu efisiensi waktu, mengurangi biaya operasional, serta meningkatkan hasil panen secara signifikan.
Lebih lanjut, Gusti menambahkan bahwa keberhasilan program Alsintan juga sejalan dengan target nasional menuju swasembada pangan. Dengan dukungan sarana ini, Kabupaten Banjar diharapkan mampu tidak hanya mencukupi kebutuhan pangan lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan regional dan nasional.
Selain membahas Alsintan, Gusti Rahmatullah juga memaparkan rencana strategis terkait penguatan komoditas pangan tahun 2025. Fokus pengembangan diarahkan pada komoditas serealia seperti padi dan jagung, yang menjadi tulang punggung pangan pokok.
Tidak hanya itu, Distan Banjar juga mendorong penguatan Aneka Kacang dan Umbi (Akabi) sebagai bagian dari program diversifikasi pangan. Strategi ini diyakini mampu mengoptimalkan lahan pertanian sekaligus menyediakan alternatif pangan yang bergizi dan bernilai ekonomi tinggi.
“Penguatan Akabi menjadi langkah penting, karena selain mendukung diversifikasi konsumsi masyarakat, juga mampu menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani,” pungkas Gusti.
Dengan dilaksanakannya Rakor ini, Distan Banjar menargetkan seluruh program pertanian yang dirancang pada tahun 2025 dapat diimplementasikan secara terpadu dan berkesinambungan. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu memperkuat daya saing pertanian Kabupaten Banjar, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama.
Acara Rakor ditutup dengan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Para petani serta penyuluh pertanian menyampaikan berbagai masukan, mulai dari kebutuhan sarana produksi, perbaikan infrastruktur irigasi, hingga harapan adanya dukungan pemasaran hasil pertanian yang lebih luas.
Distan Kabupaten Banjar menegaskan akan menampung seluruh aspirasi tersebut sebagai bagian dari evaluasi dan penyempurnaan program kerja.



