REDAKSI8.COM, BANJAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar melalui Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi kembali menggelar kegiatan Pemulihan Ekonomi Pascabencana, Kamis (4/9/2025) pagi. Acara berlangsung di TK/PAUD Islam Bakti, Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat, dengan diikuti 40 peserta dari berbagai lapisan masyarakat.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa Kabupaten Banjar memiliki potensi bencana yang cukup beragam, mulai dari banjir, angin puting beliung, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan.
“Kami berharap masyarakat Desa Sungai Batang mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi kondisi pascabencana, khususnya di bidang ekonomi. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih mandiri sekaligus siap dalam pemulihan sosial dan ekonomi,” ujar Yayan.
Menurutnya, penanggulangan bencana tidak hanya berhenti pada tahap tanggap darurat, tetapi juga harus menyentuh tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang menegaskan bahwa setiap orang berhak mendapatkan pelatihan, penyuluhan, serta keterampilan baik saat bencana berlangsung maupun pascabencana.
Sebagai bagian dari kegiatan, BPBD Kabupaten Banjar menghadirkan narasumber pelaku usaha kreatif, Owner Gallery Kriya Martha Krinas, yang membagikan pengalaman sukses dalam mengembangkan usaha kecil berbasis keterampilan tangan dan kreativitas. Strategi ini dinilai efektif untuk mendorong masyarakat lebih produktif sekaligus menjadi solusi dalam meningkatkan kemandirian ekonomi pascabencana.
Plt. Sekretaris BPBD Kabupaten Banjar, Azhar Alamsyah, menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat daya tahan masyarakat, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga ekonomi.
“Dengan keterampilan yang diperoleh, masyarakat diharapkan mampu membangun usaha mandiri, sehingga ketangguhan dalam menghadapi bencana semakin siap dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa Kabupaten Banjar memiliki potensi bencana yang cukup beragam, mulai dari banjir, angin puting beliung, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan.
“Kami berharap masyarakat Desa Sungai Batang mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi kondisi pascabencana, khususnya di bidang ekonomi. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih mandiri sekaligus siap dalam pemulihan sosial dan ekonomi,” ujar Yayan.
Menurutnya, penanggulangan bencana tidak hanya berhenti pada tahap tanggap darurat, tetapi juga harus menyentuh tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang menegaskan bahwa setiap orang berhak mendapatkan pelatihan, penyuluhan, serta keterampilan baik saat bencana berlangsung maupun pascabencana.
Sebagai bagian dari kegiatan, BPBD Kabupaten Banjar menghadirkan narasumber pelaku usaha kreatif, Owner Gallery Kriya Martha Krinas, yang membagikan pengalaman sukses dalam mengembangkan usaha kecil berbasis keterampilan tangan dan kreativitas. Strategi ini dinilai efektif untuk mendorong masyarakat lebih produktif sekaligus menjadi solusi dalam meningkatkan kemandirian ekonomi pascabencana.
Plt. Sekretaris BPBD Kabupaten Banjar, Azhar Alamsyah, menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat daya tahan masyarakat, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga ekonomi.
“Dengan keterampilan yang diperoleh, masyarakat diharapkan mampu membangun usaha mandiri, sehingga ketangguhan dalam menghadapi bencana semakin siap dan berkelanjutan,” pungkasnya.



