Rabu, 8 Juli 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Curah Hujan Tinggi, Petani Banjarbaru Hadapi Serangan Hama Hingga Jalan Tergenang

Irma Dahliana by Irma Dahliana
26 Agustus 2025
A A
Curah Hujan Tinggi, Petani Banjarbaru Hadapi Serangan Hama Hingga Jalan Tergenang

Penyuluh pertanian Kelurahan Palam dari DKP3 Kota Banjarbaru, Rohim saat dimintai keterangannya, Selasa (26/8/25). Foto: Irma/Redaksi8.com

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Curah hujan tinggi di masa panen menghambat produksi padi, bahkan menyebabkan serangan hama hingga turunnya hasil panen para petani.

Hal itu ternyata dampak dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kota Banjarbaru, yang membuat petani tidak bisa leluasa memanen hasil tanamannya.

Penyuluh pertanian Kelurahan Palam dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru, Rohim mengungkapkan, hujan yang terus turun menjadi kendala utama bagi para petani.

“Untuk kondisi lahan pertanian menjelang panen, sebagian petani sudah mulai memanen. Cuma ada kendala curah hujan,” ujarnya, Selasa (26/8/25).

LihatJuga :

Tingkatkan Kompetensi SDM, PT AM Bersujud Gelar Bimtek Operator IPA

Ombudsman Kalsel Soroti Dampak Pemadaman Listrik Bergilir, Pendidikan dan Kesehatan Terdampak

Dinkes Kalsel Tekankan Tindak Lanjut Audit untuk Tekan Kematian Ibu dan Bayi

Aliansi Pemuda Kalimantan dan Sumatera Segel PLN Pusat

Ia menjelaskan, bagi lahan yang kekeringan, hujan memang menguntungkan, tetapi di lokasi yang siap panen seperti di Kelurahan Palam justru menimbulkan masalah.

“Kalau pagi sampai jam setengah sebelas biasanya sudah bisa panen. Tetapi karena kondisi basah, otomatis tidak bisa,” katanya.

Akibat curah hujan tinggi Jalan pertanian di Kelurahan Palam, Banjarbaru tergenang air, Selasa (26/8/25). Foto: Irma/Redaksi8.com

Kondisi itu pula tidak hanya menunda panen, namun genangan air di sawah juga menyebabkan serangan hama tikus.

“Dengan adanya air, tikus keluar dari sarang dan lebih mudah menyerang tanaman padi,” terangnya.

Ditambah, akses jalan pertanian juga terdampak hujan, sehingga menambah beban para petani yang membawa gabah padi jadi terganggu.

“Kalau jalan basah sangat mengganggu. Orang yang tidak mahir berkendara bisa jatuh,” jelasnya.

Sedangkan untuk hasil panen katanya dipastikan mengalami penurunan, sebab tahun lalu petani bisa mencapai 12-15 blik.

“Untuk tahun ini memang ada penurunan sekitar dua sampai tiga blik per orong,” ucapnya.

Ia menilai, perubahan jadwal tanam menjadi salah satu penyebab utama, dimana hal ini membuat kematangan padi menjadi tidak merata.

“Biasanya tanam maksimal di bulan Maret-April. Tapi karena banjir Januari-Februari, banyak petani baru tanam di Mei sampai Juni,” tuturnya.

Di sisi lain, dengan kondisi lahan yang sering tergenang ikut menaikkan kadar asam tanah, dimana itu dapat mempengaruhi kualitas pertumbuhan pada tanaman padi.

“Tahun lalu setelah panen tanah kering, tapi begitu terendam air lama-lama kadar asamnya naik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Rohim juga menyebutkan, Pemerintah Daerah (Pemda) sudah mulai menata saluran air, yang mana penataan ini merupakan ranah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru.

“Ada pengurukan di beberapa titik, termasuk rencana di Palam tahun ini. Jadi kalau air tidak dibutuhkan bisa dibuang, kalau diperlukan bisa dialirkan,” tuturnya.

Kendati demikian, Ia kembali menegaskan, kendala cuaca tidak hanya dialami petani di wilayah Kota Banjarbaru saja, namun juga di setiap daerah.

“Bukan disini saja, di kampung saya juga sama, kondisinya mirip waktu ada serangan Tunggro, saat cuaca hujan dan panas berganti ekstrem, pertumbuhan tanaman dan hasil panen pasti terganggu,” tandasnya.

Share33Tweet21Send

Related Posts

Tingkatkan Kompetensi SDM, PT AM Bersujud Gelar Bimtek Operator IPA

Tingkatkan Kompetensi SDM, PT AM Bersujud Gelar Bimtek Operator IPA

by erna wati
7 Juli 2026

REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU — PT Air Minum (AM) Bersujud Kabupaten Tanah Bumbu terus berkomitmen memperkuat kualitas pelayanan air bersih kepada...

Taklukkan Panggung Singapura dengan Bahasa Inggris, Mahasiswa ULM Sulap Daun Galam dan Tiwadak Jadi Medali Internasional

Taklukkan Panggung Singapura dengan Bahasa Inggris, Mahasiswa ULM Sulap Daun Galam dan Tiwadak Jadi Medali Internasional

by Ramadhani MTD.
7 Juli 2026

REDAKSI8.COM, SINGAPURA – Sejumlah tanaman khas yang jamak ditemui di daratan Kalimantan ternyata mampu mencuri perhatian dunia akademis internasional. Lewat...

Waspadai Dampak Kemarau, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Banjar Pantau Keramba Jala Apung di Mali-Mali dan Sungai Arfat

Waspadai Dampak Kemarau, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Banjar Pantau Keramba Jala Apung di Mali-Mali dan Sungai Arfat

by Az-Zukhairy
6 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJAR - Memasuki musim kemarau, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas budidaya ikan...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In