REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025 SMA/SMK di Kalimantan Selatan (Kalsel) telah resmi ditutup.
Namun posko pengaduan layanan di Kantor Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel didapati berbagai keluhan teknis dan administratif.

Diantaranya, kebingungan orang tua akan proses pendaftaran SPMB online hingga mekanisme pendaftaran SPMB.
Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Disdikbud Kalsel, Gusti Muriadi menyampaikan, pelaksanaan SPMB telah maksimal dan sesuai dengan Permendikdasmen.
“Atas aduan tersebut kembali kita layani dan kita berikan pemahaman kepada orang tua siswa,” ucap Muriadi beberapa waktu lalu.
Kebanyakan dari orang tua murid maupun anak-anak diakuinya juga belum memahami mekanisme SPMB secara online, sehingga melayangkan aduan langsung ke dinas.
“Kedepan kita sediakan juga layanan pengaduan orang tua ini salah satunya terkait keluhan teknis SPMB,” ujarnya.
Dari hasil evaluasi pelaksanaan SPMB tahun ini, maka untuk tahun yang akan datang Disdikbud Kalsel memastikan sosialisasi teknis SPMB dilakukan secara masif.
Selain itu, Disdikbud Kalsel juga akan melakukan validasi dokumen yang tertuang dalam proses daftar ulang yang dilaksanakan di setiap sekolah.
“Daftar ulang perlu melihat lagi mereka dokumen kelengkapan yang diminta sekolah. Disana dilakukan verifikasinya,” imbuhnya.
Gusti menjelaskan, sesuai dengan Permendikdasmen 3 tahun 2025 mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) telah diamanahkan dalam proses SPMB harus dilakukan adanya kolaborasi lintas sektor.
Dalam penyelenggaraan SPMB ini, Disdikbud Kalsel telah berkolaborasi bersama Ombudsman dan dengan beberapa instansi terkait lainnya.
Hal ini tercantum dalam fakta integritas SPMB yang salah satunya mencatat nama Ombudsman sebagai salah satu instansi yang berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kalsel.
“Tahun ini dimulai kerjasama dengan Ombudsman. Tahun ini sudah dimulai mungkin tahun depan bisa dioptimalkan,” tuturnya.
Diketahui, hingga proses SPMB berakhir rombongan belajar (rombel) untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA) di Kalsel sebagian besar telah terpenuhi.
Sebagian sekolah lagi didatapi kuota rombelnya belum terpenuhi sampai saat ini.
“Seperti di SMAN 2 Jorong, anak-anak itu belum bisa tertampung. Karena jaraknya jauh dan kita ajukan ke pusat juga biar bisa ditampung di sekolah yang berdekatan,” tuntasnya.



