REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru terus memperkuat langkah penanganan banjir dengan normalisasi sungai dan perbaikan drainase.
Caranya, mereka melaksanakan gotong royong dan pembersihan saluran air di kawasan rawan genangan seperti di Jalan Tonhar, Kelurahan Syamsudin Noor, Sabtu (12/7/25).
Upaya itu dilakukan serentak bersama warga demi memastikan banjir agar cepat surut dan mencegah terjadi munculnya penyakit pasca banjir.
Bagi Walikota Banjarbaru Lisa Halaby mitigasi banjir di wilayah Kota Banjarbaru menjadi prioritas utama.
Sementara upaya pencegahan penyakit pasca banjir turut diperkuat melalui gerakan bebarasih beimbai yang digelar serentak di seluruh Kelurahan.
“Yang jelas kita melaksanakan gotong royong normalisasi sungai yang terdampak banjir. Hari ini kita turun bersama-sama membersihkan saluran,” ungkap Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby.
Selain membersihkan saluran air yang tersumbat, Pemerintah Kota (Pemko) memperbaiki drainase di sejumlah lokasi.
Tak hanya itu, langkah ini dilakukan secara berkala untuk meminimalkan risiko genangan air saat hujan deras.
“Sebelumnya saya juga sudah turun ke lapangan memastikan pengerjaan normalisasi sungai dan perbaikan drainase di Kota Banjarbaru,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelurahan Syamsuddin Noor, Suprianto menyampaikan, kejadian banjir yang rutin terjadi di wilayah Syamsuddin Noor dengan ketinggian air mencapai satu meter ini pernah membuat 75 kepala keluarga diungsikan saat banjir besar melanda.
“Kalau hujan lebat disini langganan, airnya bisa setinggi satu meter, surutnya kadang sampai empat jam,” ucapnya.
Oleh karena itu, bersama dengan warga lain, pihaknya melakukan pembersihan saluran air dan pengangkatan sampah rutin secara bergiliran di sembilan Rukun Tetangga (RW).
“Pembersihan ini sebulan sekali kita laksanakan gotong royong, tiap minggu lingkungan masing-masing warga juga membersihkan,” katanya.
Demikian, untuk mengatasi sampah yang menyumbat aliran air ini, pihak Kelurahan telah membuat Ram penahan sampah dan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam hal pengangkutannya.
“Kalau hujannya malam, dari siang kita sudah standby menjaga masyarakat,” tutupnya



