Minggu, 12 Juli 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Balita NA Diduga Jadi Korban Kekerasan Yayasan Panti Asuhan Samarinda

Selma Mela by Selma Mela
22 Juni 2025
A A
Balita NA Diduga Jadi Korban Kekerasan Yayasan Panti Asuhan Samarinda
Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8, SAMARINDA — Seorang balita perempuan berinisial NA diduga menjadi korban kekerasan dan kelalaian pengasuhan di sebuah yayasan panti asuhan di Samarinda.

Dugaan ini mencuat setelah Reny Lestari (36), wali dari NA melaporkan kondisi memprihatinkan yang dialami balita tersebut ke pihak berwajib.

Meski Reny tidak memiliki hubungan keluarga dengan NA, ia mengaku terdorong oleh kepedulian terhadap kondisi anak tersebut.

Ia sempat bernegosiasi dengan ibu kandung NA untuk memastikan penanganan yang lebih layak.

LihatJuga :

Bangkai Ikan Menumpuk di Aliran Sungai di Kabupaten Banjar, Warga Minta Pintu Bendungan Dibuka Beberapa Jam

Pemkab Banjar Perkuat Budaya Inovasi, 64 Gagasan Baru Siap Dikembangkan Lewat Laboratorium Inovasi 2026

Gunakan Konsep Living Lab di Ibu Kota Nusantara, Mahasiswa ULM Resmi Dilepas Ikuti KKN Bersama KUC-BSN

Ratusan Rider dari Berbagai Daerah Ramaikan Trabas Explore Pulau Laut 2026

Reny menyadari bahwa hanya ibu kandung NA yang memiliki wewenang untuk mengeluarkan anak itu dari panti.

Reny pertama kali menjemput NA dari panti pada 21 Maret 2025.

Saat itu, kondisi balita tersebut sangat mengkhawatirkan.

“Saat itu, kondisinya sangat tidak terurus. Dia mengalami kejang dan demam tinggi,” jelas Reny kepala awak media pada Jumat (20/06) malam.

Setelah melaporkan kasus ini ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) serta Dinas Sosial, Reny sempat kehilangan jejak keberadaan NA.

Namun, ia akhirnya berhasil menjemput kembali balita tersebut pada 10 Mei 2025 tengah malam, melalui bantuan ibu kandung NA.

Dengan nada prihatin, Reny menceritakan kondisi NA saat ia temukan.

“Waktu itu NA saya temukan dengan rambut penuh kutu, benjolan besar di kepala, luka terbuka, dan tubuh penuh koreng. Perutnya juga bengkak dan dia buang air kecil disertai darah,” tuturnya.

NA kemudian dibawa ke dokter, namun kondisi tubuhnya yang panas tak kunjung membaik.

Tanpa menunggu lebih lama, Reny merujuk NA untuk menjalani visum dan tes laboratorium di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS).

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin (Hb) NA hanya 7,8, jauh di bawah batas normal sebesar 16.

Visum dilakukan pada 13 Mei 2025, namun hingga kini hasilnya belum diterima Reny secara resmi.

“Saya sudah cek ke AWS, katanya visumnya sudah dikirim ke Polsek Sungai Pinang. Tapi setelah dicek lagi, ternyata hasilnya sudah ada sejak sebulan lalu di sana,” imbuhnya.

Reny juga mengamati bahwa kondisi anak-anak lain di panti tersebut tidak jauh berbeda.

Ia mencurigai banyak dari mereka mengalami gangguan kesehatan.

“Kulit mereka (anak-anak panti) banyak yang seperti terkena skabies. Hampir semua terjangkit. Ada sekitar 12 atau 13 anak di sana, termasuk dua bayi,” bebernya.

Menurut Reny, NA mengidap disabilitas berupa Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) dan epilepsi.

Ia mengklaim bahwa selama berada di panti, NA tidak pernah mendapatkan pengobatan rutin.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan pihak panti kepada seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mulawarman yang melakukan kunjungan.

Dalam kunjungan tersebut, pihak panti mengakui bahwa NA tidak menerima terapi apa pun.

Reny berharap proses hukum terhadap kasus ini bisa berjalan dengan transparan dan cepat, terlebih karena kesehatan NA terus bergantung pada penanganan medis.

“Saya tidak ingin menutup panti itu. Tapi jika memang visum terbukti ada kekerasan, pihak yayasan harus bertanggung jawab atas kelalaiannya. Anak saya (NA) butuh pengobatan, dan visum yang tertunda ini menghentikan semua proses penyembuhannya,” tegas Reny.

Share26Tweet16Send

Related Posts

Ribuan Bangkai Ikan Penuhi Sungai Arfat Banjar, Pemkab Bergerak Cepat Kerahkan Lintas OPD dan Salurkan Air Bersih

Bangkai Ikan Menumpuk di Aliran Sungai di Kabupaten Banjar, Warga Minta Pintu Bendungan Dibuka Beberapa Jam

by Az-Zukhairy
12 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJAR – Tumpukan bangkai ikan yang hanyut di aliran sungai dari kawasan Bendungan Karang Intan hingga Desa Sungai Arfat...

Pemkab Banjar Perkuat Budaya Inovasi, 64 Gagasan Baru Siap Dikembangkan Lewat Laboratorium Inovasi 2026

Pemkab Banjar Perkuat Budaya Inovasi, 64 Gagasan Baru Siap Dikembangkan Lewat Laboratorium Inovasi 2026

by Az-Zukhairy
11 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJAR, Depth News - Pemerintah Kabupaten Banjar terus menunjukkan komitmennya dalam membangun pemerintahan yang adaptif, kreatif, dan mampu menjawab...

Jampidsus Febri Adriansyah Mengundurkan Diri, Sekarang Ditetapkan Jadi Tersangka Dugaan Kasus Korupsi

Jampidsus Febri Adriansyah Mengundurkan Diri, Sekarang Ditetapkan Jadi Tersangka Dugaan Kasus Korupsi

by angga sasmita
11 Juli 2026

REDAKSI8.COM, JAKARTA - Dalam konferensi pers yang digelar di Kejaksaan Agung, Sabtu siang (11/7/2026), Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In