Sabtu, 8 Agustus 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Harga ‘Meroket’, Petani Cabai di Banjarbaru Malah Gagal Panen

Irma Dahliana by Irma Dahliana
7 Agustus 2024
A A
Harga ‘Meroket’, Petani Cabai di Banjarbaru Malah Gagal Panen

Tanaman cabai yang terkena patek di salah satu kebun di Jalan Gubernur Sarkawi, Kota Banjarbaru. Rabu (7/8/24). Foto : Irma/Redaksi8.com

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Petani cabai di wilayah Kota Banjarbaru merugi meski harga cabai naik hingga Rp100 ribu per kilogram (kg).

Dimana sebelumnya harga cabai diangka Rp50 ribu per kilogram, sekarang naik menjadi Rp90 ribu bahkan hingga Rp100 ribu per kilogram.

Seorang petani cabai di Jalan Gubernur Sarkawi Kota Banjarbaru, Pupun mengaku, saat ini petani banyak alami gagal panen, dikarenakan terkena penyakit cacar atau patek, termasuk cuaca musim kemarau.

“Cacar itu susah sekali diobatin, yang buahnya kering-kering busuk gitu, kalau sudah kena dari satu pohon pasti menyebar ke pohon lainnya jadi bisa kena semua,” ungkapnya. Rabu (7/8/24).

LihatJuga :

PLN ULP Gambut Akan Lakukan Pengaturan Operasi Kelistrikan Hari Ini, Imbas Kendala Teknis PLTGU

DKP Kalsel Pastikan Penyaluran BBM Subsidi Nelayan di Muara Kintap Sudah Sesuai Mekanisme

SPBN Muara Kintap Bantah Tuduhan Penyelewengan BBM Bersubsidi

Menjemput Berkah Lewat Gorengan Seribu Rupiah di Jantung Kota Banjarbaru

Pupun menyampaikan, biasanya dalam tiga balur hasil panen cabai bisa menghasilkan sampai 5 kilogram, namun sejak kekeringan hasil panen pun mulai menurun.

“Ya berkurang pasti, terakhir kemarin panen cuman dapat satu kilogram, jadi ya buat teman dan makan sendiri saja,” ujarnya.

“Pengaruh cuaca juga, karena harus sering-sering disiram, dan cara penyiraman air dari siraman kurang bagus tidak kaya air hujan, kalau air hujan langsung banyak bisa tembus basah semua, sedangkan siraman kadang cuman membasahi bagian atasnya saja,” sambungnya.

Menurutnya, menanam pohon cabai memerlukan perawatan yang cukup sulit. Ditambah biaya operasional seperti pupuk dan obat-obatan lainnya yang terus mengalami kenaikan.

“Agak-agak sulit, biaya operasional saat ini juga mulai naik, kalau kurang obat kena cacar cabainya,” ucapnya.

Sebelumnya, salah satu pedagang cabai di Pasar Bauntung, Banjarbaru, Yayuk mengatakan, dalam minggu terakhir harga cabai terus mengalami kenaikan secara bertahap.

“Cabai rawit Rp100 ribu per kilogram, dari awalnya naik Rp5 ribu sampai dengan Rp20 ribu per kilogram,” katanya.

“Kalau cabai jablak besar Rp80 ribu, jablak kecil Rp90 ribu per kilogram,” tambahnya.

Baginya, harga cabai naik secara bersamaan itu dikarenakan cuaca telah memasuki musim kemarau, serta banyaknya para petani yang mengalami gagal panen.

“Sudah dua mingguan ini naiknya barengan, karena musim kemarau jadi banyak yang gagal panen,” tandasnya.

Share26Tweet17Send

Related Posts

Terlantar di Jeddah, Bambang: Jangan Sampai Jemaah Bisa Berangkat Tapi Tak Bisa Pulang

Terlantar di Jeddah, Bambang: Jangan Sampai Jemaah Bisa Berangkat Tapi Tak Bisa Pulang

by Irma Dahliana
7 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Kasus 38 jemaah umrah asal Kalimantan Selatan (Kalsel) yang sempat terlantar di Jeddah, Arab Saudi, mendapat perhatian...

Empat Hari Terlantar di Jeddah, Puluhan Jemaah Umrah Kalsel Akhirnya Pulang ke Tanah Air

Empat Hari Terlantar di Jeddah, Puluhan Jemaah Umrah Kalsel Akhirnya Pulang ke Tanah Air

by Irma Dahliana
7 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Sebanyak 38 jemaah umrah asal Kalimantan Selatan (Kalsel) akhirnya kembali ke Tanah Air setelah sempat terlantar di...

Taruna Akpol dan AAL Bekali Siswa Sekolah Rakyat dengan Pendidikan Karakter

Taruna Akpol dan AAL Bekali Siswa Sekolah Rakyat dengan Pendidikan Karakter

by Irma Dahliana
7 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, KALSEL - Sebanyak 15 taruna yang terdiri dari 10 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dan lima Taruna Akademi Angkatan Laut...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In