REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Aliran sungai rawa Guntung Damar yang diduga tertutup akibat urugan tanah proyek pekerjaan jalan baru menuju Bandara Internasional Syamsudin Noor, sekarang sudah dibongkar, Selasa (5/12/2023).
Menggunakan sebuah ekskapator, timbunan urugan tanah itu akan dipasang Box Culvert atau gorong-gorong oleh kontraktor yang bersangkutan, dalam hal ini PT Sinar Arengka Setia Maju.

Pasalanya, dampak urugan tanah berdasarkan pengakuan warga setempat telah menimbulkan genangan air ke wilayah perkebunan dan pemukiman warga RT 12 Rw 3, Kelurahan Guntung Payung, Kota Banjarbaru.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Selatan Kementerian PUPR, Widya Kusumo melalui pesan tertulis mengatakan, urugan tanah yang dianggap menyumbat aliran sungai rawa itu telah dibongkar.
“Iya itu rencana box culvert (gorong-gorong<-red) kita. Jadi ga di timbun, yang kemarin sudah di timbun sudah dibuka kembali,” tulisnya kepada pewarta, Selasa (5/12/2023) pukul 14.32 wita.
Sebelumnya Widya mengaku tidak ada proyeksi menutup jalur sungai rawa.
Malahan katanya, jika ditemukan adanya aliran sungai, pihaknya akan memasang Box Culvert atau gorong-gorong dilokasi yang bersangkutan.
“Kami tidak ada pekerjaan menutup jalur sungai. Setiap jalur sungai yang ada akan dilakukan pemasangan Box Culvert,” tulisnya kepada pewarta melalui via WhatsApp, Senin (4/12/2023) pukul 20.58 WITA.
Pengerjaan proyek katanya masih sesuai dengan eksisting yang ada. Tidak ada menutup jalur sungai.
“Sampai dengan saat ini masih sesuai dengan eksisting yang ada. Tidak ada menimbunan/ penutupan jalur sungai,” pungkasnya.
Ketua RT 12 Ahmad, saat aksi protes bersama warganya di lokasi proyek kemarin menjelaskan, banyak area perkebunan sayur warga setempat terendam air. Dampak dari timbunan urugan tanah proyek tersebut.
Apalagi beberapa hari belakangan intensitas curah hujan di Banjarbaru kian tinggi. Bagi Ahmad, saluran aliran air disana semakin meninggi. Buangan airnya pun mengarah ke pemukiman hingga perkebunan warga.
“Sudah kita sampaikan ke pengawasnya supaya dibikinkan gorong-gorong saluran air, tapi katanya nanti nanti, tapi nyatanya tidak dibuatkan,” sesalnya.
“Ini saja sudah mulai (lahan pertanian warga yang terendam<-red),” tambahnya.



