REDAKSI8.COM, BANJAR – Kepala Desa Awang Bangkal Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar diduga menjual aset desa. Buntutnya, ratusan warga unjuk rasa di depan halaman kantornya, Senin (4/12/2023) pagi
Warga setempat merasa dirugikan atas dugaan perilaku Kepala Desa yang menjual aset desa berupa batu gunung tanpa menerima manfaatnya.

Menurut Kepala Badan Pengawas Desa (BPD) Kabupaten Banjar M Attoillah, warga setempat berhak mengetahui jumlah pendapatan dari penjualan batu gunung tersebut.
“Kedatangan warga kesana untuk mempertanyakan perilaku kepala desa yang diduga telah menjual aset desa berupa batu gunung,” terangnya kepada awak media.
Hasil penjualan dari pertambangan batu gunung Dia memperkirakan kurang lebih Rp 500 Juta.
“Sepengetahuan saya Rp150 juta sudah di sumbangkan untuk pembangunan masjid. Sisanya saya tidak mengetahui,” bebernya.
Penjualan batu gunung itu kata Attoillah, sudah dilakoni oleh Kades yang bersangkutan selama tiga tahun sampai sekarang.
Namun masyarakat disana sambungnya, tidak menerima manfaatnya sama sekali.
“Makanya warga datang ke kantor desa untuk meminta hak mereka,” bebernya.
Lebih jauh, masyarakat tidak mempermasalahkan pertambangan batu itu, tapi menurutnya, mesti ada kejelasan.
“Selam tiga tahun ini tidak ada kejelasannya. Jika apa yang diinginkan masyarakat tidak dipenuhi maka mereka akan melakukan aksi lagi,” cetusnya.
Warga setempat, Miad menambahkan, selain tidak adanya kejelasan, Ia dan beberapa warga desanya pun mengeluhkan dampak dari aktivitas pertambangan batu gunung disana.
Polusi dan debu menjadi pemandangan warga selama aktivitas pertambangan berjalan.
Ia menyayangkan, ganti rugi atas dampak polusi yang diterima orang-orang di desanya tidak merata, hanya beberapa orang saja.
“Uang debu yang diberikan hanya diterima beberapa orang saja,” katanya.
Luasan wilayah yang diduga dijual kepala desa untuk pertambangan, sebut Miad, sekitar 14 hektare. Pembeli batu Ia menambahkan, berasal dari Mandi Kapau.
“Dibeli oleh seorang pengusaha asal Mandi Kapau,” katanya.
Atas dasar permasalahan tersebut Ia menukas, warga dengan kompak menyuarakan pendapat untuk meminta aparat desa yang tengah menjabat di Desa Awang Bangkal sekarang diganti.
“Karena sudah membohongi kami,” pungkasnya.



