REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Proyek pengerjaan jalan baru menuju Bandara Internasional Syamsudin Noor di Kelurahan Guntung Payung Banjarbaru, mendapat keluhan warga setempat.
Pasalnya, aktivitas proyek tersebut dianggap mengganggu akses jalan sehari-hari warga RT 12 RW 03 dan pengguna jalan.

Selain dianggap mengganggu, jalan masyarakat yang dulunya nyaman kata Ketua RT 12 RW 3 Ahmad, perlahan mulai berlubang dan rusak.
Bahkan dari pengakuannya, warga disana ada yang jatuh saat melintasi jalan tersebut.
Sebab, pasca hujan lebat beberapa hari belakangan, imbas dari tumpukan tanah uruk yang menutup aspal membuat jalan licin.
“Jalannya mulai rusak, aspalnya mulai retak-retak. Anak-anak yang berangkat ke sekolah jadi becek, terganggu lah,” ujarnya kepada rekan-rekan media, Senin (4/11/2023) sore.
“Ada dua warga yang sudah menjadi korban disini,” sambungnya.
Terkait perizinan menggunakan jalan warga itu, ujar Ahmad pihak kontraktor tidak pernah berkoordinasi dengan aparat kelurahan, khususnya kepadanya sebagai ketua RT.
“Kita sudah lama menyampaikan keluhan ini. Sampai kepada pengawasnya (keluhan<–red) tapi tidak ada respon. ,” bebernya.
“Kita tidak bisa melarang masyarakat kalau mau demo,” tambahnya.
Sementara itu pengawas dari kontraktor pelaksana PT Sinar Arengka Setia Maju, Iman, ketika diwawancara sejumlah awak media berjanji, akan membersihkan jalan itu setelah proyek selesai dikerjakan.
“Setelah pelaksanaan kita akan kasih orang membersihkannya (jalan yang terimbas pengerjaan proyek<–red),” janjinya kepada para warga setempat.
Alasan pihak kontraktor memakai jalan akses warga setempat pikir Ahmad, supaya pengerjaan proyek jalan baru itu bisa diselesaikan dengan cepat sesuai target.
“Terkait jalan rusak akibat angkutan truk yang membawa material nanti akan kita perbaiki,” tandasnya.
Didepan sejumlah warga, Ahmad menampik jika pihaknya disebut tidak ada koordinasi dengan aparatur kelurahan soal penggunaan jalan yang terkena imbas pekerjaan proyek mereka.
Mendengar ucapan Ahmad tersebut, sontak warga yang tengah berdiri didekatnya membantah kalimatnya tersebut.
Adanya sedikit cekcok adu argumen antara Ahmad dan warga pun tak berlangsung lama.
Perundingan kedua belah pihak berakhir setelah Ahmad berjanji akan membuat surat pernyataan perbaikan jalan disana.



