REDAKSI8.COM – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, RS Idaman Banjarbaru, serta Disdukcapil, menggelar Forum Konsultasi Publik di Gedung Bina Satria Banjarbaru, Selasa (17/7/18).
Kegiatan Forum Konsultasi Publik ini mengundang sebanyak 365 orang/peserta yang terdiri dari Forum RT/RW, LPM, media massa, akademisi serta para pelaku dunia usaha.

Pada kesempatan ini, Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani didapuk sebagai Keynote Speaker, didampingi oleh Ketua DPRD Kota Banjarbaru AR Iwansyah dan Asisten I M Aswan.
Forum Konsultasi Publik tahun 2018 ini dilaksanakan dengan tujuan adanya partisipasi dan kegiatan dialog, diskusi dan pertukaran opini secara partisipatif, antara peserta forum dgn pihak penyelenggara. Selain itu, agar terwujudny pelayanan yang berkarakter di Kota Banjarbaru.
Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani saat menjadi keynote speaker menyampaikan, saat ini di pertumbuhan ekonomi di Kota Banjarbaru tertinggi di Kalimantan Selatan, mencapai 6,59 persen.
”Pertumbuhan ekonomi ini karena faktor investasi, artinya visi Kota Banjarbaru sebagai kota pelayanan yang berkarakter, sehingga ketika orang-orang mau berinvestasi di Banjarbaru dilayani dengan baik,” ujar Nadjmi Adhani.

Nadjmi Adhani menambahkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Banjarbaru juga meningkat dan tertinggi di Kalimantan Selatan, mencapai 77,96 persen.
”Indikator peningkatan IPM ini dinilai dari kesehatan, pendidikan, perkembangan (pertumbuhan) ekonomi. Kita berada di dalam jalur yang tepat. Selain itu peluang pertumbuhan ekonomi yang harus dijaga,ada di 14 titik di Banjarbaru,” ungkapnya.
Ke 14 titik tersebut yaitu jalur lingkar utara (Kecamatan Landasan Ulin Tengah) yang rencananya akan dibangun stadion olahraga seluas 15 hektar, kawasan Liang Anggang, kemudian Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kelurahan Guntung Manggis (rencana pembangunan Kampus UIN), mengembangkan lahan eks lokalisasi Pembatuan untuk dibangun kantor kelurahan/kecamatan serta kawasan perkantoran.
Titik selanjutnya yaitu daerah perbatasan Embung Banua yang tahun ini akan diperluas menjadi 10 hektar, rencana pembangunan Pasar Tradisional Modern melalui dana pinjaman daerah (relokasi Pasar Bauntung Banjarbaru ke Stadion Mini H Idak), lalu TPA regional dan kawasan perkantoran provinsi.
”Kemudian Kota Citra, Cempaka, Palam, Bangkal, Gunung Kupang, eks pasar dan mess L. Ini dilakukan agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga,” pungkasnya.



