REDAKSI8.COM – Dalam rangka meningkatkan perekonomian warga Desa Bincau dan Desa Labuan Tabu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banjar bersama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Banjar melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Martapura melakukan pelatihan budidaya kembang melati.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 5 orang warga desa Bincau dan 5 orang warga desa Labuan Tabu, pelatihan tersebut dilaksanakan di desa Bincau Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan selama 2 hari dari tanggal 24 sampai 25 Januari 2023.

Ketua Baznas Kabupaten Banjar Nuryadi usai kegiatan pelatihan tersebut menuturkan bahwa kegiatan ini kerjasama antara Dinas Pertanian Kabupaten Banjar melalui Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar.
“Dalam rangka membantu masyarakat untuk usaha produktif dan berdaya guna, Baznas Kabupaten Banjar bekerjasama dengan BPP Pertanian Kabupaten Banjar membina dan melatih para petani untuk meningkatkan usaha budidaya kembang melati,” ungkapnya.
Senada yang disampaikan oleh Wakil Ketua I Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banjar Syahfuddinnor bahwa Dinas Pertanian memberikan pelatihan, Baznas Kabupaten Banjar yang memberikan modal untuk para petani budidaya bunga melati.
“Kita berharap para petani ini bisa melakukan budidaya dengan baik karena mereka sudah dilatih dan dengan modal awal yang diberikan oleh Baznas Kabupaten Banjar usaha mereka bisa berkembang untuk meningkatkan perekonomian mereka,” ucapnya, Rabu (25/1/2023) sore.

Ketua Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Martapura Muhammad Yazidi menuturkan bahwa kegiatan ini bekerjasama dengan Baznas Kabupaten Banjar untuk meningkatkan usaha petani kembang melati.
“Kita melatih mereka bagaimana budidaya kembang melati mulai dari membuat lahan, penanaman, penanganan hama sampai panen dan cara untuk mengolah kembang apabila harga kembang melati turun. Sedangkan Baznas Kabupaten Banjar yang memberikan modal untuk para petani kebang melati,” ungkapnya.
Adapun untuk kebang melati, selain dijual berupa kebang, tetapi mereka juga diajarkan untuk membuat minyak dari kebang melati hasil sulingan dari kebang melati yang bisa dibikin sabun san juga minyak wangi.
“Mereka juga diajarkan bagaiman cara membuat minyak dari kembang melati, agar saat kembang melati melimpah, para petani tidak kebingungan bagaimana agar kembang melati tidak terbuang dan penghasilan bisa tetap,” jelasnya.



