REDAKSI8.COM – Gardu Induk (GI) Bandara Syamsudin Noor 150 kV di Jalan Pandarapan Kelurahan Guntung Manggis, Landasan Ulin, Banjarbaru, telah diresmikan, Senin pagi (21/5/18).
Peresmian ini dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor didampingi Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani dan Direktur Bisnis Regional Kalimantan PT PLN (Persero) Machnizon Masri.

Berkapasitas 60 Mega Volt Ampere (MVA), Gardu Induk ini akan menjadi suplai utama daya listrik ke Bandara Syamsudin Noor.
Dengan beroperasinya Gardu Induk Syamsudin Noor yang hanya berjarak 3,5 Km, tentunya akan semakin meningkatkan keandalan suplai listrik bagi operasional Bandara Syamsudin Noor.
Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengatakan, pengembangan bandara yang sedang dibangun saat ini memang sangat dibutuhkan, terlebih daya tampung bandara tidak seimbang dengan peningkatan jumlah penumpang dari tahun ke tahun.

”Sebesar apapun tantangan kita hari ini, Bandara Internasional Syamsudin Noor inshaa Allah akan selesai tepat pada waktunya,” ujar Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini.
Seusai acara peresmian, Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kota Banjarbaru memberikan dukungan berupa akses jalan masuk dan keluar yang saat ini sedang dikerjakan menuju pintu gerbang bandara.
”Seluruh stakeholder terkait dengan pengembangan bandara ini sudah bekerja bersama-sama sesuai dengan tupoksi masing-masing. PLN menyediakan suplai ketersediaan sumber energi listriknya, kemudian kami dari pemerintah daerah juga mendukung persiapan percepatan jalan masuk menuju bandara,” kata Nadjmi Adhani.
Pemerintah Kota Banjarbaru, tambah Nadjmi Adhani, sudah mendapatkan bantuan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang RI tentang konsep pengembangan Aero City (Kota Berbasis Bandara).
”Hari ini dengan diresmikannya Gardu Induk harapannya suplai listrik ke depannya bisa mengantisipasi dan mendukung konsep Aero City atau kota berbasis bandara,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Kalimantan PT PLN (Persero) Machnizon Masri mengatakan, saat ini daya tersambung ke Bandara Syamsudin Noor sebesar 2,1 MW.

Dengan adanya pengembangan Bandara Syamsudin Noor yang rencananya akan selesai pada tahun 2019, maka kebutuhan suplai energi listrik untuk operasional bandara akan semakin meningkat.
”Pengembangan bandara ini menunjukkan bahwa ekonomi di Kalimantan Selatan semakin bertumbuh. Saat ini kawasan radius 5 Km dari bandara, pertumbuhan beban dari sektor bisnis dan perumahan berkembang dengan pesat, sehingga di proyeksikan pada tahun 2018 beban di kawasan tersebut sekitar 18 MW,” bebernya.



