REDAKSI8.COM – Menanam padi tidak hanya dilakukan di sawah, apalagi kondisi Kabupaten Banjar situasi air tidak menentu bahkan saat ini air selalu tinggi dan tahun 2021 ini petani dibilang gagal dalam menanam padi. Kini bisa dilakukan dengan sistem hidroganik.
Untuk mengantisipasi agar bisa bercocok tanam padi, Koramil 1006-05/ Karang Intan kini memulai mengembangkan tanam padi hidroganik dengan sistem tuang melalui pipa, Jum’at (17/12/2021).


Lokasi tanam padi secara hidroganik tersebut dilakukan di lokasi kolam ikan Barokah binaan Kodim 1006/ Banjar Desa Sungai Landas Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.
Hari ini program ketahanan pangan tersebut di launching yang dicanangkan oleh Kodam VI/Mulawarman bersama Danrem 101/ Antasari, Dandim 1006/ Banjar, Kapolres Banjar, Asisten Pemerintahan Kabupaten Banjar dan Camat Karang Intan.
Plh Danramil -05/ Karang Intan Kapten Caj Imanuddin mengatakan bahwa berbagai macam tanaman yang bisa ditanam dengan cara hidroganik, salah satunya seperti bercocok tanam padi.
Hidroganik sendiri merupakan sistem budidaya pertanian yang memadukan sistem hidroponik dengan bahan pertanian, seperti pupuk, tanpa bahan kimia atau sistem organik dengan dibawah kolam ikan.
Sangat bermanfaat sekali dan praktis penggunaan air pun tak berlebihan, menariknya lagi dibawah ada kolam ikan, ini sangat membantu sekali ketahanan pangan.
Babinsa Koramil 1006-05/ Karang Intan Serma Noviansyah pemilik lahan mengungkapkan teknik hidroganik merupakan konsep menanam padi organik di lahan terbatas dengan memadukan pola budidaya padi dan ikan.
Proses bercocok tanam metode hidroganik diawali dengan menyiapkan gelas plastik yang diisi dengan tanah bercampur pupuk organik. Lalu ditebarkan benih padi dan ditunggu hingga 7 hari, sebelum nantinya dipindahkan ke media instalasi pipa yang telah disiapkan.
Melalui instalasi media tanam rancangannya ini, selain mampu mengefisienkan lahan dan tenaga, juga mampu menghasilkan dua komoditas sekaligus yaitu padi dan budidaya ikan.
Teknik penanaman dengan cara hidroganik dan pemanfaatan lahan atau pekarangan sempit harus terus dikembangkan yang nantinya menjadi contoh untuk warga desa .
“Saya akan terus kembangkan sistem pola cara bercocok tanam kemasyarat dengan mensosialisasikan bersama petugas pertanian,” ungkap Babinsa Karang Intan Noviansyah



