Minggu, 2 Agustus 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Jalan Hauling Km 101 Dipasang Police Line, Ini Tanggapan Advokat Kalsel

Az-Zukhairy by Az-Zukhairy
16 Desember 2021
A A
Jalan Hauling Km 101 Dipasang Police Line, Ini Tanggapan Advokat Kalsel
Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM – Setelah ratusan sopir truk pengangkut batu bara turun ke jalan menuntut untuk dibukanya Underpass KM 101 Tapin, Kecamatan Tatakan, Senin (13/12/2021) lalu. Mereka mengaku menjadi korban dari berhentinya kegiatan pengiriman batu bara.

Advokat Kalimantan Selatan Supiansyah Darham kurang bijak dalam permasalahan tersebut. Pasalnya, tindakan itu menyebabkan masyarakat tidak bisa bekerja, sedangkan mereka perlu makan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Dirinya menjelaskan, akibat jalan tersebut ditutup menyebabkan ratusan pekerja khususnya, para sopir angkutan batu bara tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasa. Alhasil, mereka kehilangan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Silakan pihak perusahaan AGM (PT Antang Gunung Meratus) dan PT TCT (PT Tapin Coal Terminal) bersengketa, diselesaikan di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Tapin, tapi perhatikan juga nasib para sopir ini,” ungkapnya.

LihatJuga :

PLN ULP Gambut Akan Lakukan Pengaturan Operasi Kelistrikan Hari Ini, Imbas Kendala Teknis PLTGU

INACRAFT 2026 Meriah, Stan Dekranasda Kabupaten Banjar Curi Perhatian Pengunjung

Kaleidoskop 2025 Kabupaten Banjar: Tahun Percepatan Inovasi, Penguatan Layanan Publik dan Lompatan Pembangunan

Bupati Kabupaten Banjar Lantik H Yudi Andrea sebagai Sekda, Tegaskan Penguatan Koordinasi dan Kinerja Pemerintahan

Dirinya berharap, pihak kepolisian dapat melihat persoalan ini lebih bijaksana dan membuka police line. “Kasihan para sopir, mereka semua dan keluarga butuh makan,” cetus Supiansyah Dahman, Kamis (16/12/20210).

Supiansyah juga menjelaskan menurut kronologis permasalahan antara PT AGM dan PT TCT. Menurutnya, pada Maret 2010, PT Anugerah Tapin Persada (ATP) telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, diwakili Kurator membuat Perjanjian Kerjasama Penggunaan Tanah antara AGM dan ATP (Perjanjian 2010).

Kemudian, lanjutnya, inti dalam perjanjian tersebut adalah tukar-pakai tanah antara kedua belah pihak, sehingga ATP bisa memakai bidang tanah AGM seluas 1.824 m2 yang terletak di sebelah Timur Underpass Km 101 untuk jalan hauling ATP. Dan PT AGM bisa pakai bidang tanah ATP dengan luas yang sama di sebelah Barat Underpass Km 101 untuk jalan hauling AGM.

Tahun 2010, Kurator melelang aset dan proyek ATP dan dibeli PT Bara Multi Pratama (BMP) sebagai pemenang lelang. Setelah itu, BMP langsung menjualnya kembali kepada PT. Tapin Coal Terminal (TCT).

“Sejak itu, TCT yang mengelola aset dan proyek pelabuhan dan jalan hauling ATP dengan menggunakan tanah tukar-pakai sesuai Perjanjian 2010 dan AGM menggunakan dan merawat tanah ATP yang telah digantikan TCT untuk jalan hauling AGM,” sebutnya.

Dari situlah, timbul permasalahan antara PT AGM dan PT TCT. Pada 8 Oktober 2021, jalan hauling AGM ditutup di atas tanah Objek Perjanjian sebelah Barat Underpass Km 101 dengan menggunakan spanduk bertuliskan kurang lebih “Tanah ini berdasarkan SPPF milik Suparmin No. 140 tahun 2021 dikuasakan kepada M.A. Wibisono, dilarang masuk atau melintas.

Kemudian spanduk dipindahkan pihak AGM dan kejadian tersebut dilaporkan AGM kepada Polres Tapin dengan dasar dugaan pelanggaran Pasal 162 UU Minerba tentang gangguan usaha terhadap usaha pertambangan yang sah.

Selanjutnya, pada 13 Oktober 2021, tanah Objek Perjanjian tersebut kembali ditutup oleh Wibisono (pihak TCT) menggunakan 1 unit LV dan 1 unit DT. Jalan berhasil dibuka karena desakan masyarakat kontraktor hauling dan barging kepada TCT untuk membuka jalan dengan mediasi Polres Tapin.

Berikutnya, 27 Oktober 2021, tanah Objek Perjanjian kembali ditutup pihak TCT menggunakan 1 unit water truck yang menyerong di jalan. Kemudian pihak AGM mengubah arah water truck dengan itikad baik agar jalan bisa kembali dilalui hauling kontraktor.

TCT berkirim surat kepada AGM yang mengatakan bahwa TCT sebagai pemilik tanah Objek Perjanjian di sebelah Barat underpass Km.101 dan TCT merasa tidak terikat pada Perjanjian 2010. Kemudian AGM membalas surat tersebut dengan mengatakan bahwa AGM mempunyai hak untuk menggunakan tanah tersebut berdasarkan Perjanjian 2010.

Sementara itu, lebih jauh dipaparkan Supiansyah, masalah penutupan jalan hauling AGM di atas kemudian dilimpahkan dari Polres Tapin ke Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kalsel dan saat ini masih berjalan.

Pada 29 Oktober 2021, TCT melaporkan AGM ke Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kalsel dengan dasar dugaan pelanggaran pengrusakan water truck (Pasal 406 KUH Pidana) dan masuk pekarangan (tanah Objek Perjanjian) (Pasal 167 KKUH Pidana).

“Lantas 24 November 2021, Ditreskrimum Polda Kalsel mengadakan rapat mediasi bagi AGM dan TCT di kantor Ditreskrimum. Dalam rapat tersebut, TCT mengajukan beberapa permintaan, antara lain permintaan fee yang tidak dapat diterima AGM,” tuturnya.

Hal tersebut tidak menemukan kesepakatan. Tetapi kedua belah pihak sepakat untuk bertemu kembai pada 1 Desember 2021 untuk berunding.

Diduga, TCT bergerak sepihak, sedangkan proses hukum sedang berjalan, usaha-usaha mediasi masih dilakukan. Jika TCT mengajukan permintaan yang wajar dengan nilai normal di dalam mediasi, maka kesepakatan untuk penyelesaian masalah dapat tercapai.

Pada 24 November 2021, setelah rapat mediasi yang tidak membuahkan kesepakatan, AGM secara resmi menggugat perdata terhadap TCT di Pengadilan Negeri Tapin, dengan tujuan agar Pengadilan memutuskan, perjanjian 2010 dinyatakan sah dan masih berlaku, mengikat terhadap TCT dan TCT harus tunduk pada Perjanjian 2010 dan PT AGM berhak menggunakan tanah Objek Perjanjian untuk jalan hauling.

Kemudian, 25 November 2021, AGM mengirim surat ke Kapolda Kalsel untuk memohon agar

Polda tidak melanjutkan penyelidikan atas laporan polisi TCT terhadap AGM sampai adanya putusan Pengadilan Negeri Tapin yang berkekuatan hukum tetap, karena yang menyatakan berhak atau tidaknya AGM menggunakan tanah Objek Perjanjian adalah pengadilan perdata.

Selain itu, memohon Polda melalui Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) membantu menjaga keamanan dan keberlangsungan operasional AGM sebagai Objek Vital Nasional.

“Nah, dengan serangkaian persoalan itu, dalam Pasal 162 UU Minerba No. 3 Tahun 2020 berbunyi, bahwa masyarakat yang mencoba mengganggu aktivitas pertambangan dalam bentuk apapun bisa dilaporkan balik oleh perusahaan dan dijatuhi pidana, bahkan denda hingga sebesar Rp. 100 juta,” ujarnya.

Sedangkan dalam Pasal 406 (I) ditetapkan bahwa: “Barang siapa dengan sengaja dan dengan melawan hak membinasakan, merusak, membuat hingga tidak dapat dipakai lagi atau menghilangkan sesuatu barang yang sama sekali atau sebagiannya kepunyaan orang lain, dihukum penjara selama-lamanya 2 (dua) tahun 8 (delapan) bulan.

Sebagaimana berita sebelumnya, ratusan sopir truk dan kaum ibu menuntut dibukanya police line di Km 101 Kecamatan Tatakan, Kabupaten Tapin, Senin (13/12/2021) lalu.

Advokat Kalimantan Selatan Supiansyah Darham meminta pihak kepolisian agar dalam persoalan ini lebih bijak lagi.

Share27Tweet17Send

Related Posts

Kecelakaan Maut Truk Tangki BBM dan Rombongan Mahasiswa KKN di Mantewe, 7 Orang Meninggal Dunia

Kecelakaan Maut Truk Tangki BBM dan Rombongan Mahasiswa KKN di Mantewe, 7 Orang Meninggal Dunia

by erna wati
1 Agustus 2026

REDAKSI8. COM, TANAH BUMBU — Kecelakaan maut terjadi di Jalan Alternatif Batulicin–Banjarbaru, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Sabtu...

MTQ XLIX Kabupaten Banjar Resmi Dibuka, 725 Kafilah Siap Berlomba, Syiar Islam dan Ekonomi Kerakyatan Berjalan Beriringan

MTQ XLIX Kabupaten Banjar Resmi Dibuka, 725 Kafilah Siap Berlomba, Syiar Islam dan Ekonomi Kerakyatan Berjalan Beriringan

by Az-Zukhairy
1 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, BANJAR - Semangat syiar Islam menggema di Kecamatan Martapura Timur saat Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XLIX Tingkat Kabupaten Banjar...

Mahasiswa KKN ULM Edukasi Pengelolaan Sampah di Desa Gunung Antasari, Libatkan Sekolah hingga Warga

Mahasiswa KKN ULM Edukasi Pengelolaan Sampah di Desa Gunung Antasari, Libatkan Sekolah hingga Warga

by erna wati
1 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Lingkungan Hidup Kelompok 19 Universitas Lambung Mangkurat terus menggalakkan edukasi...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In