REDAKSI8.COM – Meluapnya air akibat hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini memutuskan jembatan pemasiran penghubung antara desa Takuti dengan Desa Sungai Jati Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar, Selasa (14/12/2021) pagi. Jembatan tersebut dibangun sekitar tahun 2005.
Seperti yang disampaikan oleh Bupati Kabupaten Banjar Saidi Mansyur mengatakan bahwa jembatan di desa Takuti berdasarkan laporan pembakal bawa sebelum jam 8 pagi warga bisa melalui jembatan ini dan saat balik sudah tidak bisa dilewati lagi.

“Dengan rusaknya jembatan ini maka pemerintah daerah kabupaten Banjar mengambil langkah jangka pendek dengan membuat jembatan darurat,” tuturnya
Saidi Mansyur berharap, untuk jangka panjangnya kalau bisa tahun ini sudah bisa kita lakukan pembuatan jembatan baru yang permanin. Karena APBD tahun 2022 sudah diketuk, Semoga ada solusinya.
Camat Mataraman Agus Hidayat mengatakan bahwa jembatan ini menghubungkan desa Takuti dengan Desa Sungai Jati. Dan ini merupakan akses utama desa Sungai Jati.
“Ada jalan alternatif di Sungai Pandan, tetapi kondisinya jalannya rusak, untuk roda dua juga sedikit susah apalagi kalau kendaraan roda empat,” tuturnya
Camat menjelaskan bahwa memang sudah mulai banjir besar awal tahun 2021 sudah mulai rusak dan pernah jebul, dan sudah beberapa kali perbaikan. Dalam satu bulan ini aja sudah 4 kali perbaikan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banjar Ahmad Solhan mengatakan bahwa hancurnya jembatan ini mengakibatkan akses jalan warga terganggu dan perlu dilakukan penanganan cepat.
“Sesuai instruksi Bupati, segera dilakukan penanganan cepat, untuk jangka pendek dulu dengan konstruksi kayu galam jadi agar akses dua arah bisa lancar. Sementara setelah itu nanti kita lakukan penanganan yang permanen,” ungkapnya



