REDAKSI8.COM – Dalam beberapa minggu terakhir harga minyak goreng kemasan hingga curah masih berada diposisi yang relatif mahal.
Dimana harga normal sebelumnya, minyak curah hanya berkisar dari 10 ribu sampai 11 ribu rupiah saja per liter. Kemudian minyak goreng kemasan di angka 13 ribu sampai 15 ribu rupiah per liter.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Redaksi8.com dari Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru, harga minyak goreng kemasan hingga Selasa (16/11) kemarin berkisar dari Rp 17.500 – Rp 20.000 per liter.
Sedangkan minyak curah dipasaran tengah berada diangka Rp 18.000 – Rp 19.000 per liter.
Kenaikan itu tentu saja berimbas kepada pedagang kaki lima yang kerap menjual jajanan aneka gorengan.
Salah seorang penjual gorengan di Depan Komplek Perumahan Seribu Kelurahan Loktabat Utara Banjarbaru, Hamdiah mengaku, kenaikan harga minyak goreng akan berimbas terhadap harga jajanan jualannya.
Jika harga minyak goreng tidak turun dalam sepekan ini, kemungkinan besar harga gorengan yang Ia jual juga akan dinaikan.
Saat ini Hamdiah masih mematok harga jajanannya diangka seribu rupiah per satuan, namun nanti kemungkinan harganya akan dinaikan menjadi Rp 1.500 per satuan.
“Saya tidak tahu apakah jualan saya nanti masih ada pelanggan atau tidak andai harganya sudah saya naikan,” ungkapnya kepada Redaksi8.com, Rabu (17/11) siang.
Dilansir dari Klikanggaran.com, menurut pejabat Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan, kenaikan harga minyak goreng karena adanya berbagai hambatan di berbagai negara yang memacu harga internasional juga naik.
Seperti Kanada dan Argentina sebagai pemasok Canola Oil yang mengurangi produksinya karena gangguan panen yang berimplikasi turunnya pasokan dunia.
Kemudian, produksi Crude Palm Oil (CPO) yang merupaka bahan pokok minyak goreng Malaysia turun karena dampak pandemi Covid 19.
Selain itu, menurut Nurwan, krisis energi yang terjadi di beberapa negara seperti India, China, Eropa, sehingga mengalihkan bioenergi termasuk biodiesel.
Selain harga minyak, harga Gas LPG 3 kg pun di eceran masih relatif mahal. berkisar dari Rp 30.000 sampai dengan Rp 35.000. Sementara si melon bersubsidi di pangkalan masih diangka Rp 17.500.



