REDAKSI8.COM – Seperti telah dijelaskan sebelumnya, gangguan tumbuh kembang akibat stunting bersifat menetap, yang artinya tidak dapat diatasi. Namun, kondisi ini sangat bisa dicegah, terutama pada saat 1000 hari pertama kehidupan anak, dengan cara sebagai berikut:
- Penuhi kecukupan nutrisi ibu selama kehamilan dan menyusui, terutama zat besi, asam folat, dan yodium.
- Lakukan inisiasi menyusui dini dan memberikan ASI eksklusif.
- Lengkapi pengetahuan mengenai MPASI yang baik dan menerapkannya. Pada anak-anak, dokter juga mungkin bisa menyarankan pemberian suplemen gizi tambahan untuk menambah tinggi badan anak.
- Biasakan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air, terutama sebelum menyiapkan makanan dan setelah buang air besar atau buang air kecil, meminum air yang terjamin kebersihannya, dan mencuci peralatan makan dengan sabun cuci piring. Semua ini dilakukan untuk mencegah anak terkena penyakit infeksi.
Peran orang tua juga perlu memeriksakan Si Kecil ke Posyandu atau Puskesmas secara rutin, agar tahapan pertumbuhan Si Kecil dapat dipantau, untuk kemudian dibandingkan dengan kurva pertumbuhan dari WHO.
Pemeriksaan ini dapat mendeteksi gagal tumbuh dan dianjurkan untuk dilakukan setiap bulan bagi anak berusia di bawah 1 tahun, dan setiap 3 bulan bagi anak berusia 1-2 tahun.
Selain pemantauan terhadap tinggi badan dan berat badan, pemeriksaan rutin ini juga diperlukan untuk melakukan evaluasi kemungkinan terjadinya infeksi pada anak, seperti cacingan, TBC, infeksi saluran kencing, dan diare berulang.
Walaupun stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan yang tidak bisa diperbaiki, penanganan sedini mungkin tetap penting untuk dilakukan agar kondisi anak tidak semakin parah.
Konsultasikan segera dengan dokter anak bila Si Kecil terlihat lebih pendek dibandingkan anak-anak seusianya.



