REDAKSI8.COM – Memasuki bulan Agustus, dana hibah untuk kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Banjar sampai hari ini belum cair, tentu berimbas kepada dana pembinaan Cabang Olahraga (Cabor) untuk dana pembinaan.
Belum cairnya dana hibah untuk KONI Kabupaten Banjar diungkapkan oleh Ketua KONI Kabupaten Banjar Viktor Nissan Siregar saat melakukan Rapat Dengar Pendapat. Dana hibah belum dicairkan, biasanya bulan Juni itu sudah cair.

“Sampai hari ini dana hibah untuk kegiatan KONI belum cair, dengan belum dicairkannya dana tersebut, maka juga berdampak kepada persiapan menghadapi Porprov tahun 2022,” ungkapnya
Saat dikonfirmasi kepada kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banjar Ikhwansyah, Selasa (31/8/2021), terkait dengan dana hibah dari pemerintah daerah Kabupaten Banjar untuk KONI, ia membenarkan belum bisa dicairkan karena ada beberapa perbaikan yang harus dilakukan terkait dana hibah.
“Dana hibah untuk KONI Kabupaten Banjar, itu untuk verifikasi pencairannya melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banjar. Dan sampai saat ini belum bisa dicairkan karena ada beberapa tahapan yang belum selesai dilakukan,” ucapnya
Terkait belum cairnya, Ikhwansyah menjelaskan, kemarin kan ada refocusing anggaran, selain perubahan anggaran juga terkendala dengan sistem informasi pembangunan daerah yang baru, tentunya ada beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan.
Akibat refocusing anggaran dan perubahan sistem informasi tersebut, tidak hanya dana hibah KONI Kabupaten Banjar yang belum bisa dicairkan, tetapi juga ada beberapa hibah lainnya yang juga belum bisa dicairkan dan harus dilakukan perbaikan dalam proses pencairan.
“Terkait dana hibah KONI Kabupaten Banjar, kita sudah lakukan beberapa perbaikan, dan kami berharap koordinasi kami dengan bagian keuangan mudah-mudahan perbaikan itu bisa segera kita tuntaskan sehingga proses pencairan terkait dengan hibah bisa cepat cair,” tuturnya
Dana hibah untuk KONI 816 juta rupiah, dan itu akan dibagi kepada Cabang Olahraga yang ada di Kabupaten Banjar sebagai dana pembinaan dan juga untuk kepengurusan KONI.



