REDAKSI8.COM – Terkait dengan informasi selisih angka kematian secara umum di Kota Banjarbaru yang terjadi antara tahun 2019 ke 2020 membuat bingung anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru.
Lantaran, angka kematian secara umum berdasarkan data di Disdukcapil tahun 2019 justru lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2020.
Dimana diketahui berasama melalui media sosial dan pemberitaan media masa, saat tahun 2020 pandemi justru heboh telah banyak merenggut banyak jiwa.
Anggota Komisi I DPRD Kota Banjarbaru, Ahmad Nur Irsan Finazli, bingung terkait data tersebut. Pasalnya, setiap pihaknya meminta data perbandingan angka kematian per tahun itu tidak pernah ada.
“Data ini yang sejak awal kita minta, tapi tidak pernah ada karena tidak punya data, mungkin. Atau ada apa, entah saya tidak tahu,” tulisnya melalui via WhatsApp kepada redaksi8.com, Minggu (29/8).
Berkali-kali ketika pihaknya meminta data yang sama ke Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Kota Banjarbaru pun, dibeberkan Irsan, pihak RSDI juga tidak bisa memberikan data itu.
“Waktu ke RSDI pun, Kita minta data kematian perbandingan pertahun, mereka juga tidak ngasih, gak ada atau apa, entah,” tanya Irsan.
Baginya, jika data yang dikeluarkan oleh Disdukcapil Kota Banjarbaru tersebut benar maka DPRD Banjarbaru katanya akan melakukan pemeriksaan ke lintas SKPD yang menangani.
“Jika memang benar data Disdukcapil ini, maka perlu kita crosscek lintas SKPD yang menangani. Alhamdulillah ‘ala kulli hal,” tandasnya.



