REDAKSI8.COM – Dapat penghargaan lagi, dari 1.600 Inovasi Pelayanan Publik yang diseleksi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan) dan Reformasi Birokrasi (RB) Tahun 2021, Pemerintah Daerah Kabupaten Banjar berhasil masuk di 45 Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji se Indonesia.
Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian/ Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN dan BUMD tersebut membawa Inovasi Gerakan Bersama Realisasi Akses Sanitasi (GEBRAK’s) Maju, Mandiri dan Agamis (Manis) Penghapusan Jamban Apung masuk dalam 20 besar top kategori Kabupaten/ Kota se Indonesia.
Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Banjar, Dr. Galuh Tantri Narindra mengatakan, dari sekian kali mengikuti kompetisi yang sangat bergengsi diselenggarakan oleh Kemenpan RB itu, Inovasi Gebrak’s Manis Penghapusan Jamban Apung akhirnya mampu membawa nama Kabupaten Banjar masuk ke dalam 45 terbaik inovasi dari 1.600 inovasi.
“Kami tidak tau penilaian juri seperti apa sehingga kami bisa masuk di 45 terbaik inovasi publik dan 20 terbaik di kategori Kabupaten/ kota,” ungkapnya kepada Redaksi8.com, Jumat (30/7).

Namun dari hasil wawancara inovasi Gebrak’s ini katanya, yang menjadi nilai plus adalah dari sudut keorisinilannya, benefit hingga manfaat untuk masyarakat.
“Tidak hanya masyarakat, Inovasi Gebrak’s juga mampu menginspirasi Kabupaten/ Kota lain bahkan Indonesia. Yang pasti penyedian akses sanitasi yang merupakan keniscayaan,” tuturnya.
Inovasi Gebrak’s lanjutnya, mampu memperbaiki angka stunting di Kabupaten Banjar yang sebelumnya cukup tinggi.
Karena sebagai wilayah yang memiliki tingkat populasi sebanyak 565.635 jiwa, sebagian masyarakat Kabupaten Banjar masih tinggal di bantaran Sungai Martapura.
Hampir seluruh masyarakat memanfaatkan sungai sebagai hajat hidup secara turun temurun selama puluhan tahun.
Melalui inovasi gerakan bersama realisasi akses sanitasi atau disingkat gebrak’s, dengan menggagas pembuatan toilet atau kakus sehat demi mengatasi permasalahan akses sanitasi sekaligus membongkar jamban-jamban apung tersebut di bantaran sungai.
“1019 jamban apung di bongkar secara berkelanjutan dan 5 ribu lebih aksea sanitasi berdiri,” rincinya.
Sisi kebaruan hasil inovasi gebrak’s Tantri menerangkan, diantaranya memberikan akses sanitasi, menciptakan wadah baru stakeholder terkait khususnya masyarakat penerima manfaat dan kolaborasi pendanaan pembangunan jamban dan layanan pengelolaan air limbah berbiaya rendah.
Paket kebijakan penuntasan akses layanan air limbah menyeluruh dan berkelanjutan tersebut lebih jauh terdiri dari Gebrak penghapusan jamban apung, Gebrak tangki septik standar gratis bagi masyarakat, Gebrak kewirausahaan masyarakat di sektor air limbah dan Gebrak kredit layanan sedot tinja dan tangki septik standar berbiaya rendah.
“Sejak bergulirnya program ini perlahan lahan budaya perilaku masyarakat bantaran sungai martapura berubah. Masyarakat akhirnya lebih sadar tentang pentingnya hidup sehat dan akses capaian sanitasi meningkat,” paparnya.
Presentase peningkatan penduduk yang terlayani sistem air limbah yang memadai berdasarkan target dan realiasi pun berkat Inovasi Gebrak’s meningkat.
Ditambah, terwujudnya partisipasi aktif antara pemerintah desa, TNI, PDAM, Perbankkan, Perusahaan dsaerah dan sswasta, serta masyarakat dalam penyelenggaraan prasara dan sarana air limbah. Tak luput, kesejahteraan masyarakat serta membuka lapangan kerja baru.
Diketahui, jumlah kelembagaan desa seperti kelompok pemanfaat dan pemelihara sanitasi terus bertambah mencapai 48 kelompok, dan wirausaha sanitasi sebanyak 5 kelompok.
“Alhasil, inovasi gebrak selaras dengan moto bupati banjar saidi masyur yang berbunyi menuju kabupaten banjar yang maju mandiri dan agamis (Manis),” tandasnya.



