REDAKSI8.COM – Sebelum melakukan vaksinasi covid-19 di RSDI Kota Banjarbaru, para pejabat ASN eselon II Banjarbaru diminta melalukan tensi darah sebagai salah satu syarat melakukan vaksinasi.
Saat pengukuran tensi darah, 2 dari 27 pejabat tersebut yakni Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Banjarbaru, Rustam Effendi dan Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Banjarbaru memiliki tensi darah yang cukup tinggi, sebesar 168/113 dan 140 mmHg.
Akan tetapi, hasil tensi darah itu bagi pihak rumah sakit dapat ditoleransi. Selain karena tekanan darah berdasarkan keketapan Kementerian Kesehatan RI yang bisa vaksinasi harus di bawah 180/110 mmHg, tapi Rustam Effendi dijuga diminta petugas vaksin mengonsumsi obat penurun tekanan darah.
“Alhamdulillaj kita tadi diberi obat penuru. darah yang harus di konsumsi sebiji sehari,” ungkapnya.
Ia menyarankan kepada seluruh pejabat, ASN dan masyarakat Kota Banjarbaru jangan pernah takut melakukan vaksin.
“Alhamdulillah tadi kita sudah di vaksin dan tidak merasakan apapun, rasa seperti digigit nyamuk pun tidak,” ucapnya kepada Redaksi8.com pasca vaksinasi, Rabu (3/1).
“Semoga dengan ini penyebaran Covid-19 dapat berhenti,” sambungnya.
Senada, Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Kota Banjarbaru, Muhammad Rustam menuturkan perasaan yang sam pasca di vaksinasi.
“Tidak terasa sama sekali,” ungkapnya.
Walaupun sebelum melakukan vaksin, tekanan darahnya juga cukup tinggi dari hasil tensi darah.
“Tadi tinggi tekanan darah saya mencapai 140. Cuma, karena kesini naik tangga jadi sempat naik tekanan darahnya, biasanya sih normal saja,” jelasnya.
Sementara Direktur RSDI Kota Banjarbaru, Endah Labati Silapurna mengatakan, bagi peserta vaksin yang tekanan darahnya masih dibawah standar yang ditetapkan oleh Kemenkes RI, yakni 180/110 mmHg tetap bisa melakukan vaksinasi.
“Peserta vaksin kita kasih obat penurun darah tinggi,” tandasnya.



