REDAKSI8.COM – Dandim 1006 Martapura yang juga sebagai Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Banjarbaru, Letkol Arm Siswo Budiarto, menyambangi salah satu tempat hiburan malam yang beroprasi di tengah pandemi covid-19.
Diikuti sejumlah personil Danramil Kota Banjarbaru dan Kodim 1006 Martapura, kegiatan dilaksanakan pada Rabu malam (10/6).
Menurut Dandim 1006 Martapura, Letkol Arm Siswo Budiarto, kedatangan pihaknya ke tempat hiburan malam yang letaknya di sekitaran Jalan Trikora, Kecamatan Banjarbaru Selatan itu dalam rangka penegakan protokol covid-19.
Dibagi menjadi 2 regu, bangunan dengan 3 lantai tersebut disambangi dari arah pintu depan dan pintu belakang. Lantaran sebelumnya, dari pintu belakang kerap menjadi jalur alternatif para pengunjung meloloskan diri ketika dilakukan penggerebekan oleh aparat lain.

Ketika menaiki lantai 2, dari salah satu ruangan terdengar musik bergenre dangdut dan suara para biduan yang tengah asik menghibur para lelaki “hidung belang”.
Sesegeranya Letkol Arm Siswo Budiarto dan para personil lain merapat dan memasuki ruangan tersebut.
Para biduan dan pengunjung serontak kaget ketika pintu yang tertutup rapat itu di buka oleh sejumlah rekan-rekan dari TNI. Dalam keadaan canggung, di dalam ruangan karoke itu ditemukan 4 pria dan 5 orang biduan dengan kondisi sebagian tidak “stabil”.
Setelah itu, para biduan dan pengunjungnya dibawa ke lantai dasar untuk dilakukan pemeriksaan dan diberikan peringatan secara humanis tanpa ada kekerasan.
“Masjid saja kita lakukan penerapan protokol kesehatan loe. Ini tempat hiburan jelas-jelas belum boleh dioprasikan kok dibuka secara diam-diam,” ketusnya kepada para biduan dan pengunjung.
“Kami disini tidak memiliki wewenang melakukan penggerebekan, tapi saya selaku wakil ketua tim gugus berhak mendisiplinkan,” tambahnya.

Dimasa pandemi yang belum usai ini bagi pria yang akrab disapa Siswo, sejumlah tempat hiburan seharusnya belum boleh dioprasikan sesuai dengan peraturan yang telah diedarkan.
Lantas, kebijakan yang dikeluarkan oleh tim gugus tugas Kota Banjarbaru dan Pemerintah dalam hal ini Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) faktanya belum benar-benar dipatuhi seutuhnya.
“Ini adalah awal, sekali lagi ini adalah awal dari penerapan protokol kesehatan dimanapun berada. Kita membantu pemerintah Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar melalui kegiatan ini,” katanya dengan tegas.
“Virus covid-19 masih ada. Data penyebaran semakin meningkat dan yang meninggal sudah ada, jadi kami selaku tim gugus tugas tidak akan bosan untuk mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan,” sambungnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan segera menyampaikan keadaan ini kepada dinas terkait. Karena lanjutnya, pihaknya tidak memiliki wewenang untuk melakukan tindakan langsung terhadap usaha hiburan malam tersebut
“Saya nanti akan meminta pertanggung jawaban dari dinas, kalau memang harus sampai dilakukan penutupan maka kita tutup,” terangnya.
“Kalau mereka masih bandel, maka akan kita ingatkan kembali dengan cara lain,” lebih jauh kepada Redaksi8.com.


Dari pemantauan pewarta, sejumlah motor baik milik pengunjung maupun biduan memang tidak terparkir di depan gedung ruko, akan tetapi sebagian tersusun rapi di belakng gedung dan sebagian lainnya berada di dalam bangunan.
Kemudian, para pengunjung ada yang berasal dari Kota Banjarbaru sendiri dan Kabupaten Banjar. Sedangankan satu dari 5 biduan berdomisili Kota Banjarmasin.
Sementara itu sang pemilik karoke, Verra, mengaku, pembukaan tempat hiburan miliknya bukan merupakan suatu kesengajaan. Ia berdalih, para biduan dan pengunjung yang bernyanyi bersama itu hanya mencoba peralatan sound sistem yang baru dibelinya lantaran telah hilang.
“Sudah dua hari perlengkapan sound sistem kita dicuri orang, terus tadi malam kita kecolongan lagi,” ungkapnya.
“Tapi saya mengaku salah karena melanggar protokol kesehatannya. Saya juga mengakui yang mengundang mereka (biduan) saya,” tandasnya.

Selain di tempat hiburan, Dandim dan personil Kodim 1006 Martapura juga mengunjungi sekaligus memberikan himbauan kepada para masyarakat mengenai protokol kesehatan, khususnya masih beroprasi hingga larut malam. Diantaranya warung-warung di pinggir jalan Trikora, Ritel Modern dan cafe-cafe yang cukup banyak pengunjungnya.







