REDAKSI8.COM – Tepat pukul 00.01 wita dini hari tadi, Kota Banjarbaru resmi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Sabtu (16/5).
Beberapa pos penjagaan yang sudah direncanakan oleh pihak Kodim 1006 Martapura, Dinas Perhubungan dan Polres Banjarbaru sudah ditempati.
Saat dimulainya PSBB, Kapolres Kota Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso, Dandim 1006/Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto dan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Banjarbaru Ahmad Yani Makkie, tinjau langsung pos penjagaan cek poin.
Ketika ditemui para awak media di Jalan Gubernur Subardjo, Dandim 1006/Martapura mengatakan, beberapa menit menjelang penerapan PSBB, pihaknya terlebih dahulu melakukan pemeriksaan persiapan keperluan para penjaga yang bertugas di semua pos PSBB.
“Persiapan tadi sudah dilaksanakan, walau ada kekurangan yang akan menjadi bahan evaluasi. Kita harapkan dengan persiapan kita ini PSBB bisa berjalan dengan lancar,” terangnya.
Ia mengharapkan, adanya sosialisasi yang sudah dilakukan bisa dipahami dan dipatuhi oleh masyarakat. Dimana para pengguna jalan akan dilakukan pengecekan identitas, suhu tubuh serta tujuan mereka.
“Dengan sosialisasi yang sudah kita laksanakan kemarin, kita ingin masyarakat bisa paham dan mengikuti segala aturan yang berlaku,” harapnya.
Hal senada juga diuraikan Kapolres Kota Banjarbaru, AKBP Doni Hadi Santoso, ia menghimbau, bagi masyarat yang dari arah banjarmasin menuju Kota Banjarbaru untuk bisa mengikuti aturan saat PSBB.
Yang mana sambungnya, para pengguna jalan harus mematuhi dan memenuhi aturan yang sudah ditetapkan, sekurang-kurangnya gunakan masker saat melintas di pos penjagaan.
“Dalam pelaksanaannya, seluruh dari kita (Petugas PSBB<-red) selalu mengupayakan humanis untuk tahap-tahap pertama. Namun, apabila ada pelanggaran pelanggaran, kami para petugas akan melakukan tindakan tegas terukur. Semoga seluruhnya bisa mematuhi aturan-aturan yang berlaku saat SBB,” himbaunya.
Setengah jalan telah ditutup, para pos penjagaan mulai bekerja dengan memberhentikan kendaraan, mobil dan truk yang melintas.
Selain melakukan pemeriksaan identitas, pengecekan suhu tubuh menggunakan termo gun, pos penjaga pun menanyakan tujuan si pengendara.
Setiap pengguna jalan yang tidak menggunakan masker akan dipakaikan masker. Sedangkan bagi mereka yang tidak memiliki identitas dan surat keterangan bekerja akan di kembalikan dan diminta memenuhi persyaratan.



