REDAKSI8.COM – Memasuki masa tua, sebut saja 50 tahun ke atas, rata-rata orang Indonesia khususnya banyak mengidap berbagai macam penyakit kronis, seperti gagal ginjal, gula darah, diabetes, kencing manis, jantung dan masih banyak lagi. Tidak secara bersamaan, namun salah satu dari penyakit-penyakit itu sering ditemui.
Acap kali disebabkan, oleh pola makan yang tidak seimbang, kurangnya jam istirahat dan berolahraga. Dan yang terpenting minimnya wawasan kesehatan, yang berakibat selalu menganggap remeh permasalahan penyakit.
Hingga akhirnya, muncul gejala-gejala penyakit kronis dari kebiasan pola hidup yang kurang sehat, sebut saja Gagal Ginjal.
dilansir dari emc.id, Seperti yang kita ketahui kalau ginjal di setiap tubuh manusia berfungsi untuk mengeluarkan sisa metabolisme dan cairan berlebih. Karena produk sisa metabolisme yang berasalah dari makanan dan minuman yang kita konsumsi, akan menjadi racun jika tidak dikeluarkan.
Salah satu masalah ginjal yang paling sering dialami adalah gagal ginjal. Bila anda mengalami gagal ginjal, produk racun serta cairan berlebih akan terjebak dan tidak dapat dikeluarkan dari tubuh anda. Ada 2 tipe gagal ginjal, yaitu akut dan kronis. Pada gagal ginjal akut, yang perlu diperhatikan adalah menghilangkan penyebabnya agar ginjal kembali berfungsi dengan baik. Pada gagal ginjal kronis, berarti ginjal tidak dapat bekerja secara sempurna yang sudah berlangsung lama, dapat disebabkan karena beberapa penyakit dasar, dengan gejala-gejala tertentu.
Ginjal harus selalu terjaga dari kondisi yang bisa menyebabkan kerusakan ginjal, seperti darah tinggi (hipertensi), kencing manis (diabetes mellitus), batu ginjal/saluran kemih, kekurangan cairan berat, obat-obatan yang merusak ginjal, dan lain sebagainya. Pada pasien dengan kekurangan cairan yang berat maka akan terjadi penurunan aliran darah ke ginjal. Hal ini menyebabkan ginjal menjadi tidak maksimal dalam menyaring dan mengeluarkan racun ginjal sehingga akhirnya terjadi peningkatan ureum dan kreatinin, kemudian diputuskan oleh dokter untuk cuci darah.
Cuci darah merupakan salah satu pengobatan untuk mengganti fungsi ginjal untuk membersihkan racun yang terdapat di dalam darah. Dalam Bahasa medis, cuci darah disebut Hemodialisa (HD) yang merupakan proses penyaringan atau pembersihan darah melalui suatu alat, dan kemudian darah yang telah disaring tersebut dikembalikan lagi ke dalam tubuh. Proses cuci darah berlangsung sekitar 4 jam.
Banyak orang yang menganggap cuci darah merupakan hal yang menakutkan. Setiap dokter di rumah sakit pasti sudah mempertimbangkan setiap pasien yang akan melakukan cuci darah. Ada yang perlu cuci darah seumur hidup nya, namun ada juga yang hanya bersifat sementara sampai ginjal berfungsi kembali seperti seharusnya. Konsultasikan masalah ginjal anda dengan dokter dan rumah sakit yang terpercaya.
Akan tetapi, tahukah anda, Menurut Tromedik.blogspot.con, keseringan cuci darah juga dapat menimbulkan beberapa efek samping, diantaranya Frekuensi BAK (Buang Air Kecil) berkurang dan jumlahnya (air kencing/urine) berkurang.
Lalu, Bengkak di kaki, mata ataupun hampir seluruh badan Lemah, nafsu makan berkurang, mual, pucat, sesak nafas dan gatal-gatal pada kulit. Hasil pemeriksaan fungsi ginjal Laboratorium (Ureum dan Kreatin) di atas normal.
Komplikasi Hemodialisis berupa Kram otot, Hipotensi, Aritmia, Sindrom ketidakseimbangan dialysa, Hipoksemia, Pendarahan, Gangguan pencernaan dan Pembekuan darah.
Tapi Hemodialisis juga mempunyai beberapa keuntungan, anatara lain tidak ada nyeri/sakit selama prosedur. Dilaksanakan secara santai, pasien bisa sambil makan/nonton TV, baca buku dll.
Hemodialisis sebagai terapi dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan memperpanjang usia. Namun, tindakan itu tak bebas risiko. Selain kesiapan tenaga kesehatan, di unit dialisis untuk mengatasi komplikasi, kesiapan pasien secara psikologis dan dukungan keluarga berperan penting dalam keberhasilan hemodialisis.
Hemodialisis dapat sedini mungkin menghambat progresivitas penyakit. Yaitu, jika pengeluaran kreatinin 9-14 ml/menit/1,73 m2, baik pada penderita diabetes maupun nondiabetes.
Hemodialisis bisa dimulai lebih awal pada pasien malnutrisi, pasien mengalami kelebihan cairan tubuh, penurunan kesadaran, kejang, radang kandung jantung, hiperkalemia (meningginya kadar kalium darah), serta asidosis metabolik berulang.
Kreatinin adalah zat racun dalam darah, terdapat pada seseorang yang ginjalnya sudah tidak berfungsi dengan normal.
Hemodialisis dapat dilakukan pada pasien gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronik
Hemodialisis dapat dilakukan pada pasien gagal ginjal, karena sumbatan batu yang akan menjalani operasi dan pasien yang menunggu cangkok ginjal.



