REDAKSI8.COM – Akhir-akhir ini, pajanan sinar matahari pagi mulai banyak di lakukan warga Indonesia, khususnya Kota Banjarbaru. Sinar matahari pagi yang belum begitu terik bagi orang zaman dulu, sangatlah bagus untuk kesehatan tubuh.
Dikutip dari laman web aladokter.com, Sinar matahari pagi menghasilkan sinar UV (ultraviolet) yang menyentuh permukaan kulit untuk diubah oleh tubuh menjadi vitamin D. Vitamin D dibutuhkan untuk menjalankan fungsi metabolisme kalsium, imunitas tubuh, serta mentransmisi kerja otot dengan saraf.
Oleh karena itu, Anda dianjurkan berjemur selama 15 menit saja pada waktu yang tepat, yaitu sebelum pukul 10.00. Setidaknya, lakukanlah hal itu sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu.
Berbeda pendapat, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rizana Mirza, malah menganjurkan berjemur di bawah sinar matahari lebih bagusnya dimulai dari pukul 10.00 sampai 10.15 pagi.
“Dari beberapa literatur yang saya baca berjemur di bawah sinar matahari hari cukup 15 menit saja dan dimulai pada pukul 10,” ujarnya, Sabtu (4/4).
Terkait Corona virus disaese 2019 (covid-19), pajanan sinar matahari pagi menurutnya, belum menjadi salah satu media penangkalnya. Karena, hingga saat ini para ahli juga belum menguatkan teori tersebut.

“Panas ini kan karunia Allah Subhana Wata’ala, apalagi kita tinggal di negara yang panas ini. Coba perhatikan di negara-negara eropa yang dingin, mereka tidak bisa memperoleh apa yang kita miliki saat ini,” paparnya.
“Mudah-mudahan manfaat sinar matahari ini bisa ada baiknya untuk menangkal pandemi korona ini, insyaAllah,” tambahnya.

Diketahui juga, sinar matahari pagi dipercaya mampu memberikan rasa bahagia. Ini disebabkan oleh lebih banyaknya produksi hormon kebahagiaan yang disebut serotonin. Jadi, jangan takut lagi dengan sinar matahari dan dapatkan keuntungan dari olahraga luar ruangan di pagi hari.



