REDAKSI8.COM – Hari ini Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani, ikut melangsungkan Video Conference bersama Gubernur dan Forkopimda Provinsi Kalimantan Selatan dengan Bupati/Walikota dan Forkopimda Kabupaten/Kota.
Dalam Video Conference, telah dibahas mengenai Status Tanggap Darurat Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), di Lantai II Ruang Fobarcelona, Kantor Dinas Kominfo Kota Banjarbaru, Kamis (2/4).
Hasilnya, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor memutuskan, memperpanjang masa Status Tanggap Darurat Penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan.
Keputusan baru tersebut “dituangkan” dalam surat keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 188.44/021/KUM/2020 tentang Perpanjangan Status Tanggap Darurat Penanganan Corona Virus Disease atau Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan.
Sedangkan, surat keputusan Gubernur Kalsel Nomor 188.44/200/KUM/2020 tentang, Penetapan Status Tanggap Darurat Penanganan covid-19 beberapa waktu lalu telah resmi dicabut.
“Perpanjangan berlaku sejak 3 April 2020 sampai dengan tanggal 16 April 2020,” cetus Pria yang akrab disapa Paman Birin melalui video Conference.
Diwaktu yang sama, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina mengungkapkan, saat ini bukan orang dari luar daerah lagi yang perlu diwaspadai, tapi warga Kota Banjarmasin sendirilah yang perlu berhati-hati.
“Status ini sangat perlu kita waspadai semua, karena di Banjarmasin sudah ada 4 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari 8 orang se Kalimantan Selatan,” tegas Ibnu Sina.
Selanjutnya Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani menerangkan, seluruh penerbangan ke wilayah Kalimantan Selatan, khususnya yang masuk ke Kota Banjarbaru sudah di batasi. Dalam sehari tambahnya, jadwal penerbangan hanya ada 8 kali, dimulai dari pukul 06.00 wita sampai 18.00 wita saja.
“Pagi tadi kami sudah ke bandara Syamsudin Noor dan berdiskusi dengan ibu general manager angkasa pura, bahwa jadwal dibatasi hanya 8 kali dalam sehari,” beber Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani.
“Kita juga terus memproduksi APD, Masker dan Hand Sanitaizer melalui tangan tangan kreatif. Dan ketua gugus tugas per tanggal 30 Maret kemarin dialihkan ke masing-masing kepala daerah,” sambung Nadjmi Adhani.



