REDAKSI8.COM – Saat ini sebagian warga Indonesia tengah menjalani masa dimana harus berdiam diri di rumah saja. Walupun, ada juga yang masih terpaksa menjalani aktifitas di luar, lantaran tuntutan mata pencaharian yang tidak bisa ditinggalkan.
Bagi yang berdiam diri di rumah saja, besar harapan tetap produktif dan menebarkan hal-hal positif, sedikitnya untuk keluarga di rumah sendiri maupun orang diluar sana yang masih berjuang menghadapi pandemi virus korona.
Seperti yang dilakukan warga Jalan Komplek Pondok Satria Jaya, Amaco, Kota Banjarbaru, Haris Ardjan, yang sibuk mengurus burung-burung peliharaannya.
Baginya, memelihara burung merupakan aktifitas yang cukup mengisi waktu luang. Tidak banyak, tapi setidaknya 5 ekor burung di rumahnya mampu membuat pagi dan sore harinya terisi dengan hal positif.

“Pagi dikasih makan. Lalu dimandiin menggunakan handspay. Kemudian dijemur. Sorenya kita kasih makan lagi. Untuk mandi biasa saya lakukan setiap 2 hari sekali, tapi sebelum ada himbauan pemerintah untuk tinggal di rumah saja, burung-burung saya ini mandinya cuma seminggu sekali. Kalau kotorannya tiap hari dibersihkan, engga berat tapi lumayan mengisi waktu,” paparnya kepada Redaksi8.com, Selasa siang (1/4).

Menurutnya, ditengah beredar berbagai macam isu hoax dan pemberitaan yang memicu kepanikan warga, memelihara burung ternyata dapat menyegarkan pikiran dari hal-hal seperti itu.
Apalagi lanjutnya, memelihara burung dari yang belum bisa mengeluarkan bunyi hingga terdengar kicauan merdu, merupakan kebanggaam tersendiri yang tidak bisa dinilai dengan apapun.
“Saya tidak mau beli yang udah bisa berkicau. Lebih baik beli yang kecil dulu, terus kita pelihara sampai berbunyi. Disamping harganya lebih murah, disana jugalah kemistri memelihara burung. Paling tidak perlu 5 bulan untuk mendapatkan bunyi kicauan yang bagus,” ungkap pria yang biasa di sapa Haris.

Ia membeberkan, burung-burung di rumahnya belum sekalipun pernah mengikuti kontestasi. Sepintas, saat pewarta mendengarkan bunyi kicauan burung peliharaannya ditengah kesunyian kawasan perkomplekan bak senandung nada alam.
“Untuk harga pakannya sangat-sangatlah murah. Hanya merogoh kocek 15 ribu untuk persedian sebulan,” ujarnya lebih jauh.
Diantara burung yang di rumahnya terdapat burung jenis Murai, Lovebrid dan burung Beo.
Di tempat yang berbeda, Fulaih, peternak Kelinci yang tinggal di Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru menyarankan untuk memelihara kelinci. Lantaran katanya, disamping perawatannya yang juga terbilang mudah, manfaat kelinci juga banyak.

Pertama, bisa sebagai media terapi untuk anak berkebutuhan khusus. Kedua, air seni kelinci dapat dijadikan sebagai pupuk dasar di sektor pertanian serta dapat dimanfaatkan sebagai alat mempercepat proses pembentukan plankton untuk para pembudidaya ikan air tawar.

“Kalau melihara kucing masih perlu treatment khusus, misalnya harus dimandikan. Sementara kelinci tidak perlu dimandikan dan kotorannya pun bisa di kontrol karena di dalam kandang,” ucapnya.
Selain itu, Fulaih pun sempat bercerita tentang tips bagaimana cara menghilangkan kutu pada tubuh hewan peliharaan yang memiliki bulu. Salah satu caranya, ialah mengoleskan sabun yang mengandung lemon kesekujur tubuh hewan peliharaan.
“Ciri-ciri hewan peliharaan yang ada kutu di tubuhnya, terlihat saat si hewan mulai menggaruk dengan menggigit-gigit bagian badannya,” tukasnya
“Kutu akan hilang jika mencium aroma lemon, coba saja,” pungkasnya.



