REDAKSI8.COM – Kedatangan 7 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Natuna asal Kalimantan Selatan (Kalsel), disambut dengan pengalungan kain sasirangan serta pelukan para orang tua WNI, di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin pada pukul 13.00 WITA, Minggu (16/2).
Didampingi Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Resnawan, sekejap suasana berubah menjadi haru saat seoang Mahasiswi dari Hubei University And Technology, Nadia Ramadhani saat memeluk kedua orang tuanya Ahmad Fikri Saubari dan Nur Taibah, pasca di kalungkan kain sasirangan khas Banjar.

Campur aduk antara sedih dan senang, Nadia Ramadhani mengungkapkan, perasaan syukur dan lega bisa selamat dan menginjakan kakinya lagi di tanah Banua Kalimantan Selatan. Ia dan 6 orang teman lainnya mengharapkan, setibanya di kampung halaman, masyarakat jangan ada kecemasan dan takut kepadanya.
“Kami Sehat, Banua Sehat, Indonesia Sehat,” ucapnya serentak bersama teman Nadia.
Selama dikarantina Nadia membeberkan, komunikasi terhadap keluarga di banua lancar dan tak ada hambatan. Namun semua WNI yang ada di Natuna mengganti kartu perdana data seluler khusus oleh pihak protokoler. Pasalnya hanya jaringan seluler itu saja yang sinyalnya mampu tersambung keluar Natuna.

Selama 14 hari sambung Nadia, bersama WNI lainnya sempat terjalin ikatan emosional. Lantaran setiap harinya selalu bersama-sama melakukan aktifitas rutin, seperti senam pagi bersama, makan bersama, Hal itulah yang membuat ada rasa sedih saat berpisah menuju kampung halaman masing-masing.
“Sedih juga sih berpisah sama mereka karena tiap hari bersama-sama,” bebernya.
Pun, para TNI dan petugas observasi di Natuna baginya, sangatlah baik dan perhatian. Ditambah semua fasilitas yang diminta serta pelayanan lainnya begitu cepat. Para WNI diberikan fasilitas televisi bahkan karoke.
Lebih jauh kepada Redaksi8.com, mulai besok, Nadia dan Kawan-kawan terpaksa melanjutkan studi menggunakan sistem online. Lantaran Nadia sudah kuliah selama 8 semester di Universitas yang jaraknya 60 km dari Provinsi Wuhan.
“Kami sangat berterima kasih atas semua pihak yang membantu pemulangan kami ke banua, terima kasih banyak terima kasih banyak,” tutupnya.
Kepala KKP Kelas II Banjarmasin, Ruslan Fajar menjelaskan, mereka semua sudah dinyatakan sehat, karena sudah dikarantina 14 hari dan tidak ada gejala yang timbul.

Tambah Ruslan, observasi yang dilakukan pihak pemerintah cukup ketat. Selama itu, para WNI terus menggunakan masker hingga hari terakhir Jumat (14/2), pada pukul 11.00 WIB di Natuna.
Karena, berdasarkan prosedurnya jika sudah lewat pukul 12.00 WIB tidak menimbulkan gejala adanya terinfeksi virus Korona, maka semua masker yang dikenakan WNI bisa dilepaskan.

“Mereka semua diberikan predikat sehat. Tidak ada lagi terindikasi virus Korona,” ujarnya Ruslan Fajar saat diwawancara rekan-rekan media.
Ruslan meminta kepada masyarakat di masing-masing kampung halaman untuk menerima kehadiran mereka tanpa ada pendiskriminasian.


“Saya sengaja tadi memeluk mereka biar masyarakat percaya bahwa mereka benar benar tidak terinfeksi dan sehat,” ungkap Ruslan.
Selain berkuliah di Hubei University and Technology, 4 orang lainnya juga masih proses penyelesaian studinya di Hubei Politechnic University.



