REDAKSI8.COM – Wakil Wali Kota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan memenuhi undangan warga Kota Banjarbaru yang melaksanakan hajat tasmiyah dalam rangka memberi nama kepada anak. Meski pada bulan Maulid ini agendanya cukup padat, namun Darmawan Jaya Setiawan berkenan hadir memenuhi undangan di Jalan Kebun Karet Indah Kelurahan Guntung Payung ini.
Darmawan Jaya Setiawan membagi waktu agar bisa menghadiri hajat warga tersebut, kendati pada Selasa (29/10/2019) malam ini, ia memiliki dua buah agenda dalam waktu yang berdekatan, yaitu acara peresmian Mushola warga Guntung Manggis.
Tak hanya hadir, Darmawan Jaya Setiawan juga ikut ambil bagian dalam acara Batasmiah Muhammad Saddam Narendra, buah hati pasangan Asep Rizany dan Siti Imroatul Khasanah ini.
“Ulun (Saya) sangat senang mendapat penghargaan yang begitu besar dari wali kota dan wakil, mereka adalah sosok pimpinan yang bisa memberikan perhatian kepada warganya, semoga buhan sidin selalu diberi keberkahan dari Allah SWT,” ucap Asep Rizany si empunya hajatan.

Ia pun mengaku tidak menyangka dan terkejut, Wakil Wali Kota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan berkenan hadir memenuhi undangannya.
“Tak terhingga ucapan terima kasih ulun (saya) atas kesediaan sidin (beliau) menghadiri acara tasmiyah sekaligus aqiqah anak kami ini,” tambahnya.
Darmawan Jaya Setiawan mengungkapkan rasa bahagia, karena kegiatan-kegiatan bernuansa religius seperti Batasmiah ini masih dilaksanakan masyarakat.
“Acara-acara seperti ini tentu saja akan membawa berkah bagi kita semua warga Banjarbaru dan kita dijauhkan dari bencana. Selain itu keimanan kita kepada Allah akan meningkat,” ujarnya.
Tak kalah penting, acara-acara keagamaan seperti ini kata Wakil Walikota Banjarbaru ini akan menguatkan tali persaudaraan masyarakat.
“Karena dalam acara seperti ini kita bertemu dengan tetangga dan jiran-jiran kita, terutama guru-guru alim ulama, dimana kita berkesempatan mendengar tausiyah agama untuk meningkatkan keimanan kita,” terang Darmawan Jaya Setiawan.
Tak lupa, ia mendoakan agar si bayi yang batasmiah dan seluruh anak yang lahir di Banjarbaru dapat menjadi generasi emas, anak sholeh dan berakhlak mulia.
Batasmiah sendiri adalah salah satu tradisi dan budaya masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan secara turun temurun untuk menamai seorang bayi. Batasmiah ini berasal dari kata bahasa arab yang artinya adalah membaca bismillah, biasanya dilakukan setelah bayi berumur 7 hari atau setelah tali pusatnya mengering dan terlepas dari pangkal pusat.
Pengaruh islam dalam budaya Banjar membuat Batasmiah ini seringkali dilakukan satu rangkaian dengan pelaksanaan aqiqah, yaitu pemotongan kambing sebagai hewan kurban sebagai ungkapan rasa syukur atas tanda syukur atas kelahiran seorang bayi.
Batasmiah diawali dengan prosesi pembacaan ayat suci Al-Quran, lalu pemberian nama pada si bayi, lalu memotong sebagian rambut bayi oleh alim ulama atau orang-orang yang dituakan atau dihormati. Kemudian bibir bayi akan dioleskan sedikit gula merah yang telah dicelupkan ke dalam air kelapa dilanjutkan dengan tapung tawar, yaitu memercikkan minyak kelapa bercampur bunga-bungaan kepada bayi diiringi pembacaan shalawat.
Batasmiah kemudian ditutup dengan diiringi pembacaan do’a-do’a oleh alim ulama dengan harapan si bayi yang baru diberikan nama ini agar menjadi anak yang sehat, panjang umur, berbakti pada orang tua, menjadi anak sholeh dan sebagainya.



